Lalu, apa penyebabnya? Menurut keterangan polisi di lokasi, titik awal malapetaka berasal dari lantai satu.
“Di lantai 1 ada baterai drone yang terbakar,” jelas Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro.
Ia melanjutkan, baterai itu tak hanya terbakar, tapi juga meledak. Api dan asapnya dengan cepat menyebar. Sayangnya, lantai satu ternyata berfungsi sebagai gudang. Upaya pemadaman awal oleh karyawan tak banyak membantu.
“Kemudian sempat dipadamkan oleh karyawan, ternyata baterai yang terbakar ini menyebar karena di lantai 1 adalah gudang,” papar Susatyo.
Pintu Keluar Hanya Satu, Polisi Selidiki Unsur Kelalaian
Yang memperparah keadaan, dari hasil olah TKP, gedung itu ternyata hanya punya satu pintu keluar. Itu pun terletak di lantai satu tepat di mana api bermula. Faktor ini diduga kuat menghambat evakuasi.
Kini, polisi fokus menyelidiki ada tidaknya unsur kelalaian. Apakah dari manajemen, operator, atau pemilik gedung. Semuanya masih ditelusuri.
“Kita masih menyelidiki apakah ada unsur pidana dalam kejadian kebakaran yang terjadi itu. Termasuk dengan kelalaian, apakah dari pihak operator, manajemen, atau pemilik gedung,” kata Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra.
Hingga saat ini, empat pegawai termasuk HRD telah dimintai keterangan. Pemeriksaan akan merambah ke pemilik gedung dan usaha. Proses penyelidikan masih terus berjalan untuk mengungkap kejelasan duka di balik asap hitam Kemayoran itu.
Artikel Terkait
Audit Internal Polda DIY Berujung Penonaktifan Kapolresta Sleman
Waspada Nipah, Turis India ke Bali Tetap Mengalir Deras
Kalsel Genapkan Pos Bantuan Hukum di Seluruh Desa dan Kelurahan
Pria Tewas Bersimbah Darah, Pelaku Pembacokan di Sumenep Masih Buron