Malam ini, Hotel Sultan di Jakarta Selatan bakal jadi tempat rapat pleno PBNU. Tapi, Ketua Umumnya, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, memastikan dirinya takkan hadir. Situasinya memang lagi panas-panasnya. Ada desakan dari kubu tertentu agar Gus Yahya mundur dari jabatannya.
"Ya buat apa, enggak ada konteks," ucap Gus Yahya dengan santai, Selasa (9/12) siang tadi di Kantor PBNU, Kramat Raya.
Menurutnya, rapat pleno yang diagendakan itu bukan bagian dari mekanisme organisasi yang resmi. Ia melihatnya lebih sebagai sebuah manuver politik belaka, yang sengaja dirancang untuk menjatuhkan posisinya. "Ya itu tadi ada yang punya kepentingan lalu membuat manuver itu biasa, ya kita lihat saja, namanya manuver," tambahnya.
Ia dengan tegas membantah isu bahwa pleno akan membahas pemilihan ketua umum baru. Gus Yahya menekankan, posisinya sebagai Ketua Umum Tanfidziyah PBNU masih sah adanya, baik secara de facto maupun de jure. Ia terpilih dalam Muktamar NU di Lampung akhir 2021 lalu.
"Itu kan manuver, seperti saya bilang sejak awal bahwa secara de jure maupun de facto, saya masih tetap dalam kedudukan saya," tegasnya.
Artikel Terkait
Sawah Berbisik Data: Ketika Petani dan AI Menyulam Masa Depan Pangan
Dua Polisi Gugur Tertabrak Truk TNI Saat Bertugas di Cisarua
Gelombang Pelapor WNI Korban Sindikat Kamboja Mulai Mereda
Prabowo Langsung Gelar Rapat Maraton di Bogor Usai Tur Dunia