Kalau ada yang minta tolong di Surabaya, entah itu kebakaran atau ular masuk rumah, tim Damkar biasanya sudah siap meluncur. Sepanjang Januari hingga November 2025 saja, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) kota ini sudah menangani ribuan laporan. Tercatat 2.306 insiden evakuasi berhasil mereka selesaikan. Angka yang cukup besar, bukan?
Uniknya, mayoritas panggilan itu justru untuk mengevakuasi hewan. Kasusnya mencapai 1.424! Baru setelah itu evakuasi manusia, yang jumlahnya 358 kasus. Lalu ada lagi untuk kendaraan, objek alam, dan lainnya. Cuma tiga laporan terkait bangunan. Data ini jelas menunjukkan, kerja petugas Damkar Surabaya jauh lebih beragam dari sekadar memadamkan api.
Menurut Kepala DPKP Kota Surabaya, Laksita Rini Sevriani, angka tersebut membuktikan komitmen mereka sebagai garda terdepan.
Ia menyebut, lonjakan laporan paling tinggi terjadi pada November 2025. Cuaca ekstrem jadi pemicu utamanya.
Namun begitu, kerja mereka tak cuma soal bencana. DPKP Surabaya dikenal sebagai 'all-giver', siap merespon aneka panggilan darurat via telepon atau datang langsung. Laporannya bisa sangat unik.
Artikel Terkait
Makan Gratis atau Otak Kosong: Bahaya Tersembunyi di Balik Program Gizi Nasional
Wamenkes: Virus Nipah Mematikan, Tapi Jangan Panik
Wabah Nipah Kembali Serang India, Tenaga Medis Jadi Korban
Chef Prancis di Dapur Pengungsian: Dari Hotel Bintang Lima ke Panggung Kemanusiaan