Pasar saham Indonesia hari ini ditutup dengan suasana muram. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok 88,36 poin, atau setara 1,06 persen, ke level 8.232,20. Penurunan ini terjadi setelah Bursa Efek Indonesia sempat memberlakukan trading halt di sesi pagi.
Kalau dilihat dari papan pencatatan, mayoritas saham berakhir di wilayah negatif. Tercatat 544 saham melemah, sementara yang mampu naik cuma 227. Sisanya, 187 saham, diam di tempat tanpa perubahan harga berarti.
Kapitalisasi pasar pun ikut menyusut, merosot ke angka Rp14.922 triliun. Aktivitas perdagangan terlihat cukup sibuk meski sentimen negatif mendominasi. Volume transaksi mencapai 94,86 miliar saham dengan frekuensi hampir 4,9 juta kali, nilainya sekitar Rp67,34 triliun.
Tekanan jual terasa hampir di semua sektor. Semua indeks sektoral memerah, kecuali satu: transportasi. Sektor itu justru bertahan dan mencetak keuntungan tipis 0,76 persen, menjadi pengecualian di tengah pelemahan luas.
Di sisi lain, masih ada beberapa saham yang mampu melawan arus dan melesat tinggi. Puncak gainers diduduki oleh KIOS (PT Kioson Komersial Indonesia Tbk) yang melonjak 26,23 persen ke Rp154. Diikuti AGAR (PT Asia Sejahtera Mina Tbk) naik 24,46 persen, dan ELIT (PT Daya Sinergitama Jaya Tbk) yang menguat 23,02 persen.
Tapi, sorotan utama tentu pada saham-saham yang terpuruk.
GOLF (PT Intra Golflink Resorts Tbk) jadi pemimpin pelemah dengan penurunan tajam 15 persen. BUMI (PT Bumi Resources Tbk) dan VKTR (PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk) juga tak kalah terpukul, masing-masing anjlok hampir 15 persen, menempati posisi top losers hari ini.
Singkatnya, Kamis (29/1/2026) adalah hari yang berat bagi investor di pasar domestik. Sentimen bearish jelas berkuasa, menutup pekan dengan catatan merah yang dalam.
Artikel Terkait
Laba Bersih PTBA Melonjak 104,8 Persen di Kuartal I-2026 Meski Pendapatan Stagnan
Paradise Indonesia (INPP) Cetak Laba Rp44 Miliar di Kuartal I-2026, Segmen Komersial Jadi Motor Pertumbuhan
Wall Street Beragam di Tengah Reli Bulanan, S&P 500 dan Nasdaq Catat Kenaikan Terbaik Sejak 2020
Wall Street Berakhir Campur Aduk, S&P 500 Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak 2020