“Kami sudah menahan diri lebih dari 24 jam. Hormat pada gencatan senjata, dan untuk mengamankan warga,” tulisnya, seperti dikutip AFP.
“Tapi kemarin malam dan pagi ini, kami membalas. Sekarang kami bertempur untuk mempertahankan diri.”
Tak lama setelah pernyataan itu keluar, perintah evakuasi darurat dikeluarkan. Puluhan ribu warga yang tinggal di sepanjang garis perbatasan harus segera meninggalkan rumah mereka. Suasana panik pun tak terhindarkan.
Sementara itu, dari seberang perbatasan, pemerintah Thailand juga mengeluarkan pernyataan resmi. Mereka mengonfirmasi bahwa seorang tentara mereka tewas sejak pertempuran kembali pecah pada Minggu. Korban luka berjumlah delapan belas orang.
Thailand juga melaporkan bahwa tembakan balasan dari Kamboja menyebabkan kerusakan pada dua rumah warga di Provinsi Sa Kaeo. Situasinya benar-benar berbalik; saling tuduh dan saling serang kini menjadi kenyataan pahit yang harus dihadapi kedua negara tetangga ini.
Artikel Terkait
Bandara Sultan Hasanuddin Sambut Pemudik dengan Hampers Kejutan di Conveyor Belt
Lille Kalahkan Rennes 2-1 di Roazhon Park, Perkuat Posisi di Papan Atas
AVC Tetapkan Grup Champions Club Asia 2026, Indonesia Jadi Tuan Rumah dengan Dua Wakil
Simon Grayson Resmi Jadi Asisten Pelatih Timnas Indonesia