“Kami sudah menahan diri lebih dari 24 jam. Hormat pada gencatan senjata, dan untuk mengamankan warga,” tulisnya, seperti dikutip AFP.
“Tapi kemarin malam dan pagi ini, kami membalas. Sekarang kami bertempur untuk mempertahankan diri.”
Tak lama setelah pernyataan itu keluar, perintah evakuasi darurat dikeluarkan. Puluhan ribu warga yang tinggal di sepanjang garis perbatasan harus segera meninggalkan rumah mereka. Suasana panik pun tak terhindarkan.
Sementara itu, dari seberang perbatasan, pemerintah Thailand juga mengeluarkan pernyataan resmi. Mereka mengonfirmasi bahwa seorang tentara mereka tewas sejak pertempuran kembali pecah pada Minggu. Korban luka berjumlah delapan belas orang.
Thailand juga melaporkan bahwa tembakan balasan dari Kamboja menyebabkan kerusakan pada dua rumah warga di Provinsi Sa Kaeo. Situasinya benar-benar berbalik; saling tuduh dan saling serang kini menjadi kenyataan pahit yang harus dihadapi kedua negara tetangga ini.
Artikel Terkait
Sertifikat Gratis untuk Korban Bencana Jadi Fokus Pertemuan Malam Sekretariat Kabinet
Izin Dicabut, Operasi Tetap Jalan: Kritik Pedas untuk 28 Perusahaan Pasca-Longsor
Hujan Deras Pagi Ini Lumpuhkan Rute Transjakarta
Rektor UGM Dikoreksi Sendiri: Dua Versi Kelulusan Jokowi dalam Video Resmi