Prasetyo mengakui banyak negara telah menyampaikan simpati dan menawarkan bantuan. Tapi posisi pemerintah jelas: semua masih bisa ditangani secara mandiri. Menurutnya, stok pangan dan BBM masih mencukupi. Jadi, belum ada alasan untuk membuka pintu bantuan dari luar negeri.
Pernyataan itu, jujur saja, sangat kontras dengan apa yang dialami para pengungsi. Mereka masih bertahan di tenda darurat, pasokan serba kurang, masa depan tidak pasti.
Sikap pemerintah ini memunculkan sederet tanda tanya. Apakah ini murni soal menjaga kedaulatan, atau ada unsur gengsi di baliknya? Sementara perdebatan berlangsung, ribuan warga di Aceh, Sumut, dan Sumbar hanya bisa menunggu. Mereka butuh uluran tangan siapa pun itu untuk menyelamatkan mereka dari kelaparan dan ketidakpastian yang kian mencekik.
Artikel Terkait
Uang Nonteknis dan Administrasi: Kode Rahasia Suap di Balik Sertifikasi K3
Kemenkes Kerahkan Ribuan Nakes Tangkal Wabah Campak di Daerah Bencana
Longsor Cisarua Tewaskan 23 Marinir, Pencarian Terhambat Medan Berat
Longsor di Pemalang Tewaskan Anak, Ayah Masih Dicari di Tengah Cuaca Ekstrem