Ibu Pelaku Bom SMAN 72 Diperiksa Polisi, Motif Masih Diselidiki

- Senin, 08 Desember 2025 | 19:48 WIB
Ibu Pelaku Bom SMAN 72 Diperiksa Polisi, Motif Masih Diselidiki

Ledakan bom yang mengguncang SMAN 72 Kelapa Gading Jumat lalu masih menyisakan sejumlah pertanyaan. Polisi kini mulai mengumpulkan petunjuk, tidak hanya dari lokasi kejadian, tapi juga dari lingkungan terdekat pelaku. Mereka telah memeriksa ibu dari anak yang diduga sebagai pelaku ledakan itu.

Hal itu diungkapkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, di Mapolda Metro Jaya, Senin (8/12).

"Jadi, sudah dilakukan pemeriksaan terhadap ibunya," kata Budi kepada para wartawan.

Namun begitu, Budi enggan membeberkan detail lebih lanjut. Kapan tepatnya pemeriksaan dilakukan dan apa hasilnya, masih disimpan rapat-rapat untuk kepentingan penyidikan. "Ini kan kita juga harus melihat ibunya kondisi bekerja, kita masih melakukan tempo waktu yang tepat," ujarnya, memberi isyarat bahwa proses ini masih berjalan.

"Makanya nanti kami dalami oleh penyidik pada ibunya," imbuh Budi, menutup pembahasan soal itu.

Peristiwa mengerikan itu sendiri terjadi pada Jumat (7/11). Meski tak memakan korban jiwa, dampaknya cukup serius: 96 orang dilaporkan mengalami luka-luka, dengan tingkat keparahan yang bervariasi, dari ringan sampai berat.

Dari penyelidikan sementara, terungkap bahwa pelaku membawa tujuh bom ke sekolah. Empat di antaranya berhasil meledak, sementara tiga lainnya bisa diamankan oleh aparat sebelum sempat diledakkan. Suasana mencekam itu berpusat di dua titik: di dalam masjid sekolah dan di taman baca yang letaknya berdekatan dengan bank sampah.

Untuk bom di masjid, pelaku menggunakan remote control sebagai pemicunya. Sedangkan ledakan di taman baca dan area sampah pabrik, dipicu dengan sumbu api.

Akibat ledakan itu, pelaku sendiri mengalami luka yang cukup serius. Ia pertama kali dilarikan ke RS Islam Cempaka Putih, sebelum akhirnya dirujuk ke RS Polri untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Kondisinya kini menjadi salah satu kunci untuk mengungkap motif di balik aksi nekat tersebut.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar