Sabtu malam, tepatnya pukul 20.41 waktu setempat, bumi berguncang keras. Gempa dengan kekuatan 7,0 magnitudo mengguncang wilayah terpencil di perbatasan Alaska dan Kanada. Getarannya bahkan terasa hingga ke beberapa kota, meski pusatnya berada di kawasan pegunungan yang sepi.
Menurut data Survei Geologi AS, episentrumnya terletak sekitar 248 kilometer di barat Whitehorse, Ibu Kota Yukon. Atau, kalau dilihat dari Juneau, Ibu Kota Alaska, posisinya sekitar 380 kilometer ke arah barat laut.
Untungnya, daerah pegunungan itu bukanlah tempat padat penduduk. Kabar baik datang dari Yakutat, Alaska, yang lokasinya relatif dekat dengan pusat gempa.
Theo Capes, kepala polisi setempat, mengonfirmasi kepada AFP bahwa tidak ada laporan korban luka maupun kerusakan berarti.
"Goncangannya kuat, mungkin sekitar 15 sampai 20 detik," katanya. "Tapi sejauh ini semuanya aman."
Namun begitu, gempa utama itu bukanlah akhir dari segala getaran. Setidaknya tercatat 30 gempa susulan, dengan kekuatan bervariasi antara 3,3 hingga 5,1 magnitudo. Rangkaian getaran ini sempat membuat warga yang baru saja mengalami gempa besar merasa was-was.
Di sisi lain, ada kabar melegakan dari pihak berwenang. Sistem Peringatan Tsunami AS dengan cepat mengeluarkan pernyataan bahwa gempa ini tidak memicu ancaman tsunami. Jadi, meski guncangannya kuat dan diikuti banyak susulan, setidaknya satu ancaman besar bisa dieliminasi.
Kejadian ini kembali mengingatkan betapa aktifnya kawasan Lingkar Api Pasifik. Getaran mungkin sudah mereda, tapi kewaspadaan tetap diperlukan.
Artikel Terkait
Polisi Bekuk Suami di Mojokerto yang Aniaya Istri dan Mertua hingga Tewas, Pelaku Ditangkap di Surabaya
Anies Baswedan: Guru yang Beri Inspirasi dan Nilai Tak Tergantikan oleh AI
Pemkot Brebes Ancam Pecat ASN yang Bolos 12 Hari Tanpa Keterangan
PTDI Klaim Pesawat N-219 Solusi Tepat untuk Konektivitas Daerah Terpencil dan Kepulauan