“Bagi saya sebagai mandataris rakyat, dengan tim saya, bagi kita satu-satunya masalah adalah: apakah ini menguntungkan rakyat atau tidak?” tegasnya. Pertanyaan itu ia lontarkan dengan nada retoris, seakan sudah punya jawaban pasti.
Di sisi lain, Prabowo juga mengimbau para pelanggar, terutama yang menunggak pajak, untuk segera berbenah. Alasannya sederhana tapi mendasar: negara butuh uang untuk membangun.
“Saya berkata, siapa yang melanggar hukum kembalilah ke jalan yang benar. Kalau kau tobat, yang kau utang kepada negara ya kau bayar,” pintanya.
Lalu ia menggambarkan kebutuhan riil di lapangan. “Emang bikin jembatan pakai apa? Rakyat kita susah, rakyat kita perlu rumah, perlu sekolah yang baik.”
Pesan terakhirnya itu terdengar seperti seruan sekaligus pengingat. Bahwa di balik wacana penegakan hukum, ada tujuan akhir yang lebih nyata: kesejahteraan orang banyak.
Artikel Terkait
Podcast Vidi Aldiano dan Deddy Corbuzier Kembali Viral Usai Kabar Duka
PSM Makassar Umumkan Starting XI, Yuran Fernandes Jadi Kapten Lawan Malut United
Waspada Hujan dan Angin Kencang, Wajo Berpotensi Alami Suhu Ekstrem
Perempuan Tewas Tertimpa Tembok Roboh di Karangpilang