Di tengah riuh acara HUT Partai Golkar di Istora Senayan, Jumat lalu, Prabowo Subianto berbicara blak-blakan. Presiden itu mengaku tak jarang dapat cibiran. Menurutnya, segelintir orang tak suka dengan komitmennya menertibkan mereka yang selama ini bandel melanggar hukum.
“Kepada sahabat-sahabat, kawan-kawan yang berkecimpung di ekonomi, patuhilah hukum, bayarlah pajakmu, patuhi semua ketentuan,” seru Prabowo di hadapan para hadirin.
Suaranya tegas. “Rakyat kita sudah tidak mau dipermainkan lagi, mereka pintar-pintar, mereka mengerti.”
Lalu ia menyentuh soal ejekan yang kerap diterimanya. Seolah-olah ia hanya berani bicara keras di atas panggung, tapi akan dikecam sebagai semena-mena ketika penegak hukum benar-benar bergerak.
“Kalau saya bicara sering saya diejek 'ah, Prabowo itu Rambo di podium, hanya berani di podium'. Tapi begitu nanti Jaksa Agung, KPK, bertindak, 'ah Prabowo bertindak semena-mena',” ujarnya, menirukan suara para pengkritiknya.
Namun begitu, Prabowo tampaknya tak ambil pusing. Bagi dia, sebagai orang yang disumpah di hadapan rakyat, menegakkan hukum tanpa pandang bulu adalah harga mati. Itu tugasnya.
Artikel Terkait
Tragis di Perlintasan Sinaksak, Pelajar SMK Tewas Tertabrak Kereta
Ketika Negara Mengintip Kamar Tidur: Dilema KUHP Baru dan Perkawinan yang Dipidanakan
Dominasi NVIDIA di Pasar AI Tiongkok Diprediksi Rontok ke 8% pada 2026
Demokrasi di Balik Layar: Ketika Oligarki Mengatur Panggung Politik Indonesia