Prabowo Sindir Pengkritik: Rambo di Podium Tegas Soal Penegakan Hukum

- Sabtu, 06 Desember 2025 | 02:06 WIB
Prabowo Sindir Pengkritik: Rambo di Podium Tegas Soal Penegakan Hukum

Di tengah riuh acara HUT Partai Golkar di Istora Senayan, Jumat lalu, Prabowo Subianto berbicara blak-blakan. Presiden itu mengaku tak jarang dapat cibiran. Menurutnya, segelintir orang tak suka dengan komitmennya menertibkan mereka yang selama ini bandel melanggar hukum.

“Kepada sahabat-sahabat, kawan-kawan yang berkecimpung di ekonomi, patuhilah hukum, bayarlah pajakmu, patuhi semua ketentuan,” seru Prabowo di hadapan para hadirin.

Suaranya tegas. “Rakyat kita sudah tidak mau dipermainkan lagi, mereka pintar-pintar, mereka mengerti.”

Lalu ia menyentuh soal ejekan yang kerap diterimanya. Seolah-olah ia hanya berani bicara keras di atas panggung, tapi akan dikecam sebagai semena-mena ketika penegak hukum benar-benar bergerak.

“Kalau saya bicara sering saya diejek 'ah, Prabowo itu Rambo di podium, hanya berani di podium'. Tapi begitu nanti Jaksa Agung, KPK, bertindak, 'ah Prabowo bertindak semena-mena',” ujarnya, menirukan suara para pengkritiknya.

Namun begitu, Prabowo tampaknya tak ambil pusing. Bagi dia, sebagai orang yang disumpah di hadapan rakyat, menegakkan hukum tanpa pandang bulu adalah harga mati. Itu tugasnya.

“Bagi saya sebagai mandataris rakyat, dengan tim saya, bagi kita satu-satunya masalah adalah: apakah ini menguntungkan rakyat atau tidak?” tegasnya. Pertanyaan itu ia lontarkan dengan nada retoris, seakan sudah punya jawaban pasti.

Di sisi lain, Prabowo juga mengimbau para pelanggar, terutama yang menunggak pajak, untuk segera berbenah. Alasannya sederhana tapi mendasar: negara butuh uang untuk membangun.

“Saya berkata, siapa yang melanggar hukum kembalilah ke jalan yang benar. Kalau kau tobat, yang kau utang kepada negara ya kau bayar,” pintanya.

Lalu ia menggambarkan kebutuhan riil di lapangan. “Emang bikin jembatan pakai apa? Rakyat kita susah, rakyat kita perlu rumah, perlu sekolah yang baik.”

Pesan terakhirnya itu terdengar seperti seruan sekaligus pengingat. Bahwa di balik wacana penegakan hukum, ada tujuan akhir yang lebih nyata: kesejahteraan orang banyak.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar