Soal penyebabnya, Prayitno menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas tinggi sejak siang hari jadi pemicu utamanya. Drainase dan sungai tak mampu menampung debit air yang melonjak drastis, akhirnya meluap ke jalan dan masuk ke pemukiman.
"Hingga terjadi luapan ke jalan maupun masuk ke pemukiman warga sehingga banyak yang terjebak," katanya dalam keterangan sebelumnya.
Ketinggian airnya pun bervariasi. Di beberapa titik, air hanya sebatas paha. Namun di lokasi lain, seperti di Purwodadi, air bisa mencapai dada orang dewasa, bahkan lebih. Prayitno sendiri mengaku telah memantau langsung dan mengirimkan perahu karet ke lokasi tersebut.
Kini, fokus beralih ke pemulihan. Hasil asesmen kerusakan ini akan jadi acuan utama untuk menyalurkan bantuan. Mulai dari kebutuhan mendesak seperti family kit, pakaian, sampai pengganti peralatan dapur yang hilang atau rusak.
"Jadi ada yang roboh dan sebagai peralatan dapur hilang. Tapi ini saya minta tim melakukan asesmen kembali untuk mencatat kebutuhan termasuk family kit, baju, dan peralatan dapur itu berapa rumah," pungkas Prayitno.
Banjir ini sendiri mulai terjadi Kamis sore sekitar pukul empat, dan melumpuhkan 39 titik di kota tersebut. Selain genangan, satu pohon tumbang juga ikut menambah daftar masalah yang harus ditangani hari itu.
Artikel Terkait
TNI Janji Transparan Usut Dugaan Keterlibatan Prajurit dalam Kasus Penyiraman Aktivis
SBY Rayakan Lebaran dengan Open House Internal di Cikeas, AHY Dampingi Presiden
KPK Tahan Mantan Stafsus Menag Gus Alex Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji
BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 4,75% untuk Antisipasi Dampak Gejolak Global