Rob Mengganas di Jakarta Utara, Gubernur Pantau Penurunan Air

- Jumat, 05 Desember 2025 | 11:24 WIB
Rob Mengganas di Jakarta Utara, Gubernur Pantau Penurunan Air

Kawasan Jakarta Utara kembali digenangi air. Sejak Kamis (4/12) lalu, banjir rob merayap masuk ke sejumlah wilayah, mengubah beberapa ruas jalan menjadi seperti sungai. Kondisi ini masih berlangsung hingga hari ini.

Di Royal Kuningan Hotel, Jumat (5/12), Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan kabar yang sedikit meredakan. Ia mengaku terus memantau perkembangan ketinggian air.

"Sekarang saya sudah mendapatkan laporan sudah turun lagi. Dan mudah-mudahan segera normal," ujar Pram.

Menurutnya, setiap langkah yang diambil Pemprov selalu berpatokan pada data. Ia mencontohkan soal modifikasi cuaca. Kebijakan itu, kata dia, akan dijalankan jika curah hujan di Jakarta melebihi angka 200 milimeter dalam sehari.

"Apa yang dilakukan, termasuk kemudian pemompaan yang kami lakukan sejak awal, dan juga modifikasi cuaca membantu tidak terjadi banjir seperti yang kalau tidak kita lakukan modifikasi cuaca," jelas politikus PDIP itu.

Sebagai catatan, dalam standar meteorologi kita, hujan dikatakan sangat lebat jika curahnya mencapai 150 mm per hari. Sementara angka 100 mm/hari sudah masuk kategori lebat.

Sebelumnya, ancaman ini sudah diantisipasi. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta lewat akun media sosialnya telah mengeluarkan imbauan khusus untuk warga pesisir. Mereka diminta siaga pada 4 hingga 6 Desember, dengan puncaknya diperkirakan terjadi pada Jumat (5/12) pagi tadi.

Beberapa titik yang perlu diwaspadai antara lain Kamal, Muara Angke, dan kawasan Baywalk Pluit. Lalu ada juga Sunda Kelapa, Jalan RE Martadinata, serta Blencong di Marunda.

Nah, kenapa rob kali ini terasa lebih menggila? Ternyata, fenomena alam ikut bermain. Banjir ini bertepatan dengan posisi bulan yang sedang berada pada titik terdekatnya dengan Bumi (perige), sekaligus dalam fase purnama penuh. Kombinasi kedua hal itu mendongkrak pasang air laut hingga ke level maksimum.

Jadi, selain waspada dengan air hujan, warga ibu kota juga harus berhadapan dengan 'amukan' air laut. Situasi yang memang tidak mudah.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar