Meski begitu, Nandang tak mau menjabarkan lebih detail soal akar sengketa tanah yang sebenarnya. Konflik ini, seperti yang banyak diketahui warga, sudah berlarut-larut. Intinya, warga yang sudah puluhan tahun menghuni lahan itu berhadapan dengan klaim hak milik dari sebuah pihak swasta.
Namun begitu, sekitar pukul 13.40, keadaan berangsur pulih. Warga yang khawatir mengambil langkah antisipasi. Mereka menutup akses masuk ke gang-gang utama, berjaga-jaga agar massa dari luar tidak kembali memprovokasi.
"Menjaga warga, dibatasi ke sini," jelas Nandang mengenai aksi warga itu.
Bentrokan itu tentu meninggalkan bekas. Nandang mengkonfirmasi bahwa ada korban luka-luka dalam insiden siang itu.
"Terluka 2 orang," ucapnya singkat.
Kini, meski situasi tampak kondusif, ketegangan sepertinya belum sepenuhnya reda. Sengketa lahan yang jadi biang kerok masih menggantung, mengancam akan memicu gejolak lain di kemudian hari.
Artikel Terkait
KPK Buka Suara: Gaji Tak Merata hingga Persepsi Korupsi sebagai Hak Istimewa
KPK Naikkan Batas Hadiah yang Tak Perlu Dilaporkan, Kini Rp 1,5 Juta
Siklus Bencana di Indonesia: Antara Respons Darurat dan Mitigasi yang Terlupakan
Lima Pemburu Diamankan, Rekaman Kamera Trap Ungkap Dugaan Cedera Macan Tutul