Presiden Anura Kumara Dissanayake tak menyembunyikan beratnya tantangan ini.
"Ini adalah bencana terbesar dan paling menantang dalam sejarah yang menimpa Sri Lanka," ujarnya.
Pernyataannya menggambarkan betapa dalam luka yang ditinggalkan badai ini. Pencarian korban dan evakuasi masih terus berlangsung, di tengah kepedihan dan tanah yang masih basah.
Artikel Terkait
Bupati Bone Dorong Percepatan Program Perkebunan 2026, Fokus pada Hilirisasi Tebu
Macet Ekstrem Gilimanuk, Pemudik Diturunkan Paksa di Tengah Jalan
KontraS Soroti Penyerangan dengan Air Keras terhadap Wakil Koordinatornya
BMKG Prakirakan Makassar Mendung Sepanjang Hari, Waspada Hujan Ringan Dini Hari