Presiden Anura Kumara Dissanayake tak menyembunyikan beratnya tantangan ini.
"Ini adalah bencana terbesar dan paling menantang dalam sejarah yang menimpa Sri Lanka," ujarnya.
Pernyataannya menggambarkan betapa dalam luka yang ditinggalkan badai ini. Pencarian korban dan evakuasi masih terus berlangsung, di tengah kepedihan dan tanah yang masih basah.
Artikel Terkait
Penyidikan Polda Metro Jaya Dianggap Tunduk pada Perintah dari Solo, SP-3 Dinilai Cacat Hukum
Gol Tangan Gibran di Wamena: Insiden Kecil yang Picu Badai Kritik
Listrik Aceh Tamiang 98 Persen Pulih, Tim PLN Fokus Hidupkan Enam Desa Terakhir
Sopir Angkot Pamer Kemaluan, Aksi Mesum Terekam dan Viral