Antusiasme Pelajar SMK Sambut Cak Imin, Soroti Peluang Kerja ke Luar Negeri

- Senin, 01 Desember 2025 | 18:12 WIB
Antusiasme Pelajar SMK Sambut Cak Imin, Soroti Peluang Kerja ke Luar Negeri

Suasana di SMKN 1 Bandung pada Senin pagi itu tampak biasa, tapi ada getaran yang berbeda. Siswa-siswi tetap sibuk beraktivitas, namun sorot mata mereka sesekali mencuri pandang ke gerbang utama. Rupanya, ada tamu penting yang dijadwalkan datang: seorang menteri.

Tak lama kemudian, Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Cak Imin benar-benar muncul. Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat itu datang untuk berdialog dengan para guru seputar program SMK Go Global. Namun begitu, perhatian justru banyak tersita oleh sambutan hangat dari para siswa.

Begitu Cak Imin melangkah masuk, riuh rendah pun terdengar. Mereka memanggil namanya, berusaha mendekat, dan tak lupa meminta swafoto. Antusiasme itu terasa begitu natural, bukan sekadar sambutan protokoler.

Di antara kerumunan, ada Adeline, siswi kelas 11 Akuntansi yang berusia 16 tahun. Matanya berbinar saat menceritakan soal program SMK Go Global.

"Program ini kan buka peluang buat kita kerja ke luar negeri. Sebagai anak SMK yang emang disiapkan untuk terjun ke dunia kerja, ini kesempatan emas. Bisa mengeksplorasi lingkungan kerja di negara lain, itu impian banyak orang," ujarnya.
"Saya sendiri sangat antusias. Jujur, pengin banget kuliah atau kerja di Inggris," tambah Adeline.

Semangat serupa terpancar dari Aprilia, yang masih 15 tahun. Gadis ini punya target negara yang berbeda.

"Saya lebih tertarik ke Jepang atau Jerman. Reputasinya kan bagus, sistem kerjanya menarik. Buat saya, itu tantangan yang menggugah," katanya.

Aprilia mengakui, untuk mewujudkannya, dia harus serius mempelajari bahasa. Meski belum mulai, niatnya sudah bulat.

"Belum sampai belajar bahasa Jepang atau Jerman sih, tapi nanti pasti akan saya kejar. Mau ikut les atau program apa saja yang membuka jalan ke sana," ujar Aprilia penuh tekad.

Berbeda dengan keduanya, Bilqis (16) sudah mengambil langkah nyata. Dia dengan tekun mempelajari bahasa Korea, bukan dengan cara formal, tapi lewat lagu dan drama.

"Aku dari dulu pengen banget kerja di Korea. Makanya, program SMK Go Global ini kayak jawaban. Jadi makin semangat buat ikutan," cerita Bilqis.
"Belajarnya ya dari nonton drama, dengerin musik. Alhamdulillah sekarang udah bisa sedikit-sedikit," sambungnya sambil tersenyum.

Melalui program ini, harapan mereka sederhana namun penuh makna: agar mimpi bekerja di luar negeri tak lagi sekadar angan. Seperti yang diungkapkan Bilqis di akhir percakapan,

"Semoga programnya berjalan lancar. Amin."

Pagi itu, di sela-sela kunjungan resmi seorang menteri, yang terdengar justru suara-suara penuh harap dari para pelajar SMK. Mereka tak hanya menyambut tamu, tapi juga menyambut masa depan yang mereka impikan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar