Suasana di SMKN 1 Bandung pada Senin pagi itu tampak biasa, tapi ada getaran yang berbeda. Siswa-siswi tetap sibuk beraktivitas, namun sorot mata mereka sesekali mencuri pandang ke gerbang utama. Rupanya, ada tamu penting yang dijadwalkan datang: seorang menteri.
Tak lama kemudian, Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Cak Imin benar-benar muncul. Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat itu datang untuk berdialog dengan para guru seputar program SMK Go Global. Namun begitu, perhatian justru banyak tersita oleh sambutan hangat dari para siswa.
Begitu Cak Imin melangkah masuk, riuh rendah pun terdengar. Mereka memanggil namanya, berusaha mendekat, dan tak lupa meminta swafoto. Antusiasme itu terasa begitu natural, bukan sekadar sambutan protokoler.
Di antara kerumunan, ada Adeline, siswi kelas 11 Akuntansi yang berusia 16 tahun. Matanya berbinar saat menceritakan soal program SMK Go Global.
Semangat serupa terpancar dari Aprilia, yang masih 15 tahun. Gadis ini punya target negara yang berbeda.
Artikel Terkait
Selebaran Uang untuk Suamiku, Potret Keteguhan di Dinding yang Sunyi
Menjaga Martabat Indonesia: Kebangsaan Sebagai Panggilan Nurani di Tengah Zaman yang Berubah
Menjaga Jiwa Bangsa: Tantangan Kebangsaan Indonesia di Tengah Arus Zaman
Kubah Masjid: Jejak Akulturasi Islam dan Kearifan Lokal Nusantara