Dia lantas menyelipkan istilah khas Nahdlatul Ulama (NU) untuk mempertegas maksudnya. “Bahasa NU-nya taubatan nasuha,” tambahnya.
Lalu apa makna taubatan nasuha dalam konteks ini? Menurut Cak Imin, itu berarti mengevaluasi secara total semua kebijakan terkait lingkungan hidup. Prosesnya harus komprehensif, mulai dari tahap perencanaan hingga bagaimana pelaksanaannya ke depan. Tidak boleh setengah-setengah.
Namun begitu, nada pesannya terdengar cukup keras. Seolah menggambarkan rasa prihatin yang mendalam. “Kiamat bukan sudah dekat, kiamat sudah terjadi akibat kelalaian kita sendiri,” katanya dengan tegas.
Di akhir pernyataannya, dia berharap para korban musibah segera mendapat bantuan. “Semoga yang sedang mengalami musibah segera mendapatkan bantuan dan kesabaran menyertai kita semua,” tutup Cak Imin.
Artikel Terkait
Kemenangan Publik: Ijazah Jokowi Tak Lagi Jadi Dokumen Rahasia
Menteri Kesehatan: Stigma, Tantangan Terbesar Pengentasan Kusta di Indonesia
Pemulihan Pascabanjir Sumut Butuh Rp69,47 Triliun, Empat Kali Lipat Kerugian
Banjir Rendam Rel, Delapan Kereta Jakarta-Semarang Terhambat