tambahnya merinci.
Dia mengakui dengan jujur bahwa jumlah bantuan yang ada saat ini masih jauh dari cukup. "Apakah itu cukup? Tentu saja masih kurang, tentu saja masih harus ditambah, dan kami juga akan tambah setiap hari. Termasuk obat-obatan, obat-obatan ini sudah masuk," tuturnya. Pernyataan ini menyiratkan betapa besarnya skala kebutuhan di lapangan.
Untuk menembus wilayah yang terisolir, BNPB mengerahkan tiga helikopter dan dua pesawat fixed wing. Mereka juga dibantu oleh armada udara TNI dan Polri. Jalur laut pun tidak ketinggalan. Kapal sewa Ekspres Bahari telah berangkat membawa genset, perahu karet, dan peralatan vital lainnya menuju Aceh Utara dan Lhokseumawe.
Di sisi lain, stok penyangga atau buffer stock masih tersimpan aman di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda. Stok ini berisi beragam barang penting seperti 11 unit Starlink untuk komunikasi, perahu karet, genset, tenda, dan kompresor. Semua itu disiapkan untuk antisipasi kebutuhan mendesak dalam beberapa hari ke depan.
Meski bantuan terus mengalir, perjalanan masih panjang. Butuh waktu dan koordinasi lebih untuk memastikan semua kabupaten yang terdampak bisa terjangkau sepenuhnya.
Artikel Terkait
Jalur Bawah Tanah Gaza: Empas Pejuang Hamas Tewas di Bumi yang Sudah Dikuasai Israel
Korban Tewas Banjir Sri Lanka Tembus 334 Jiwa, Terburuk Sejak Tsunami 2004
Enam Hari Terjebak Longsor, Keluarga Ini Bertahan Hidup di Dalam Mobil
Sesepuh NU Gelar Pertemuan Darurat, Desak Penyelesaian Konflik di Tubuh PBNU