tambahnya merinci.
Dia mengakui dengan jujur bahwa jumlah bantuan yang ada saat ini masih jauh dari cukup. "Apakah itu cukup? Tentu saja masih kurang, tentu saja masih harus ditambah, dan kami juga akan tambah setiap hari. Termasuk obat-obatan, obat-obatan ini sudah masuk," tuturnya. Pernyataan ini menyiratkan betapa besarnya skala kebutuhan di lapangan.
Untuk menembus wilayah yang terisolir, BNPB mengerahkan tiga helikopter dan dua pesawat fixed wing. Mereka juga dibantu oleh armada udara TNI dan Polri. Jalur laut pun tidak ketinggalan. Kapal sewa Ekspres Bahari telah berangkat membawa genset, perahu karet, dan peralatan vital lainnya menuju Aceh Utara dan Lhokseumawe.
Di sisi lain, stok penyangga atau buffer stock masih tersimpan aman di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda. Stok ini berisi beragam barang penting seperti 11 unit Starlink untuk komunikasi, perahu karet, genset, tenda, dan kompresor. Semua itu disiapkan untuk antisipasi kebutuhan mendesak dalam beberapa hari ke depan.
Meski bantuan terus mengalir, perjalanan masih panjang. Butuh waktu dan koordinasi lebih untuk memastikan semua kabupaten yang terdampak bisa terjangkau sepenuhnya.
Artikel Terkait
Banjir Rendam Rel, Delapan Kereta Jakarta-Semarang Terhambat
Candi Palgading: Jejak Mataram Kuno yang Bertahan di Tengah Gempuran Perumahan Sleman
Pendaki Muda Ditemukan Tewas di Jurang Terpencil Gunung Slamet
Kelahiran Pertama Macan Tutul Amur di Wina Setelah Delapan Tahun