Langkah besar ini diharapkan bisa membuka jalan bagi ribuan penyandang disabilitas lainnya untuk meraih hak yang setara di dunia profesional. Sekaligus, mengajak sektor swasta untuk lebih terbuka dan merangkul keberagaman.
Fokus penerimaan kali ini diutamakan bagi penyandang disabilitas fisik, tunarungu, tunawicara, tunadaksa, dan tunanetra parsial. Agar semuanya berjalan lancar, pelamar diwajibkan mendaftar terlebih dahulu melalui tautan yang disediakan dan didampingi keluarga saat datang sesuai sesi yang telah ditentukan.
“Kami akan kawal sampai tanda tangan kontrak. Kami juga akan memantau hubungan industrialnya agar mereka bekerja dengan aman dan nyaman sesuai aturan,” tambahnya penuh keyakinan.
Bagi mereka yang belum berhasil terserap, pemkot sudah menyiapkan program pelatihan bersertifikasi lewat aplikasi "Arek Surabaya Siap Kerja" atau ASSIK. Pemerintah bertekad menurunkan angka pengangguran dan memastikan ribuan penyandang disabilitas di Surabaya mendapat tempat yang setara.
Rafif Aqil Priyono, salah seorang pencari kerja, tak bisa menyembunyikan perasaan senangnya.
"Perasaan saya senang sekali karena ada job fair khusus ini. Sangat membantu saya sebagai penyandang disabilitas untuk mencari pekerjaan," ungkapnya.
Hal serupa dirasakan oleh Indah. Ia datang didampingi Intan, seorang penerjemah bahasa isyarat dari Disperinaker Surabaya. Indah melamar posisi housekeeper di sebuah hotel berbintang.
“Indah sangat bahagia. Harapannya tentu bisa diterima kerja untuk memperbaiki perekonomian keluarga. Indah menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Surabaya yang tidak melihat keterbatasan kami, tapi memberi kesempatan,” tutur Intan, menerjemahkan harapan Indah.
Artikel Terkait
Legenda PSM Syamsuddin Umar Khawatirkan Ancaman Degradasi Klub
Menteri Keuangan Tolak Proyeksi Bank Dunia, Sebut Pertumbuhan RI 2026 Bisa Tembus 5%
Pengamat: Iran Berjuang Pertahankan Martabat, Dukungan Internal Menguat
Jenazah Lansia Pemulung Ditemukan dalam Reruntuhan Gubuk Terbakar di Antang