Fortuner Terguling Usai Serempet Sepeda, Satu Nyawa Melayang di Meruya

- Selasa, 25 November 2025 | 10:00 WIB
Fortuner Terguling Usai Serempet Sepeda, Satu Nyawa Melayang di Meruya

Malam itu, di Jalan Meruya Ilir, suasana tiba-tiba berubah ricuh. Sekitar pukul tujuh lewat setengah, sebuah insiden beruntun mengguncang kawasan dekat Bengkel Forceum, Kembangan, Jakarta Barat.

Seorang pria berusia 36 tahun, Jefry Dolok Saribu, meninggal dunia di tempat kejadian. Ia mengemudikan Toyota Fortuner yang terlibat dalam kecelakaan fatal itu.

Menurut sejumlah saksi, mobil itu awalnya menyerempet seorang pesepeda. Tapi, bukannya berhenti, sang pengemudi justru terus melaju dengan kencang. Akhirnya, mobil menghantam keras sebuah truk boks Hino yang sedang terparkir di pinggir jalan.

AKP Joko Siswanto dari Satlantas Polres Jakarta Barat membenarkan kronologi ini.

“Kendaraan Toyota Fortuner B-2612-BJC dikemudikan saudara Jefry Dolok Saribu melaju dari arah Timur menuju Barat, kemudian menyerempet sepeda angin yang dikendarai saudara Rochmat. Pengemudi tetap melaju dan menabrak kendaraan boks Hino yang sedang parkir,”

Jelasnya, Selasa (25/11).

Akibat benturan hebat itu, Jefry mengalami luka parah di bagian kepala. Ia dinyatakan tewas seketika. Jenazahnya kemudian dibawa ke RSUD Kembangan, sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk autopsi.

Di sisi lain, nasib lebih baik dialami Rochmat (50), sang pesepeda. Pria itu hanya mengalami memar di kakinya dan tidak perlu rawat inap.

Polisi pun bergerak cepat. Mereka mengamankan barang bukti, termasuk unit Fortuner, sepeda, dan truk Hino. STNK serta SIM para pengemudi juga turut disita untuk keperluan penyelidikan.

“Langkah-langkah yang dilakukan meliputi cek dan olah TKP, amankan barang bukti, cari saksi-saksi, evakuasi jenazah, hingga pembuatan laporan polisi,”

tambah Joko, merinci prosedur standar yang telah dijalankan.

Kini, kasus ini sepenuhnya ditangani oleh Unit Gakkum Satlantas Polres Metro Jakarta Barat. Mereka masih mendalami penyebab pasti kecelakaan maut yang merenggut satu nyawa itu.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar