Gulam Mohamad Sharon, Ketua Umum BPP HIPMI, kemudian mengambil alih podium. Ia menekankan bahwa solidaritas dan sinergi adalah kunci. "Tantangan ekonomi ke depan tidak mudah. Saya mendorong para pengusaha muda untuk terus berinovasi, memperluas jaringan, dan meningkatkan kapasitas diri," pesannya. Kolaborasi, menurutnya, adalah senjata ampuh untuk berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah.
Sebagai penutup rangkaian sambutan, Ridho Adhyt Setiawan, sang Ketua Umum BPD HIPMI Kalbar yang baru, menyampaikan komitmennya. Ia berjanji akan membawa HIPMI Kalbar menjadi organisasi yang inklusif dan adaptif. "Tanpa persatuan dan kolaborasi, mustahil kita bisa menjalankan program kerja strategis ke depan," tegasnya.
Secara keseluruhan, acara berjalan sukses. Tertib, khidmat, dan sesuai rencana. Momentum ini jelas menjadi tonggak baru bagi HIPMI Kalbar untuk memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dan dunia usaha.
Lantas, apa langkah selanjutnya? Pasca acara ini, Kanwil Kemenkum Kalbar berencana menggenjot koordinasi dengan BPD HIPMI Kalbar. Tujuannya jelas: meningkatkan sinergi. Mereka akan fokus pada layanan legalitas usaha, seperti memfasilitasi pendaftaran merek dan perlindungan Kekayaan Intelektual bagi para pengusaha muda. Dukungan pembinaan hukum juga akan digelar untuk menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif. Intinya, kolaborasi dalam layanan Administrasi Hukum Umum, termasuk Perseroan Perorangan, akan dioptimalkan demi mendukung semangat wirausaha muda di Kalimantan Barat.
Artikel Terkait
Anies Baswedan dan Tiga Lapis Strategi Menuju 2029
Iran Tegas Tangani Perusuh, Unjuk Rasa Bergulir ke 45 Kota
Pandji Pragiwaksono Dilaporkan, Muhammadiyah dan NU Tegaskan Bukan Sikap Resmi
Ketika Humor Tak Mau Lagi Hanya Menghibur: Absurditas dan Batas Toleransi Publik