Anies Baswedan Sindir Oxford: Peneliti Kami Bukan Figuran!

- Senin, 24 November 2025 | 12:20 WIB
Anies Baswedan Sindir Oxford: Peneliti Kami Bukan Figuran!
Artikel Rewrite

Kemarin, tepatnya 23 November 2025, jagat maya dihebohkan oleh sebuah postingan dari akun resmi Universitas Oxford. Mereka mengumumkan penemuan spektakuler: Bunga Rafflesia Hasseltii. Postingan itu disertai video yang menggambarkan momen haru penemuan tersebut. Tapi, euforia itu tak berlangsung lama.

Alih-alih pujian, yang datang justru gelombang kritik. Netizen dari berbagai penjuru dunia dan sepertinya didominasi oleh warganet Indonesia langsung membanjiri kolom komentar dengan sentimen negatif. Mereka geram. Soalnya, dalam pengumuman itu, Oxford dinilai cuma menonjolkan peran peneliti dari Oxford Botanic Garden, sementara mengabaikan kontribusi rekan-rekan mereka dari Indonesia.

Nama-nama seperti Joko Witono, Septi Andriki, dan Iswandi seolah hilang dari pemberitaan. Padahal, mereka adalah bagian tak terpisahkan dari tim penemu bunga langka itu. Rasanya kok kurang adil, ya?

Hebatnya, respons ini bukan cuma dari akun-akun biasa. Bahkan mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, turun langsung menyuarakan protes. Akun-akun besar lain di platform X juga ikut bersuara, menuntut agar nama para peneliti tanah air itu dicantumkan.

Dalam cuitannya yang kini viral, Anies menulis dengan nada tegas namun santun.

“Kepada @UniofOxford, para peneliti Indonesia kami Joko Witono, Septi Andriki, dan Iswandi bukanlah NPC. Sebutkan juga nama mereka,”

Kalimatnya singkat, tapi pesannya dalam. Ia ingin mengingatkan bahwa para peneliti Indonesia itu punya peran nyata, bukan sekadar figuran.

Di sisi lain, fenomena ini bikin kita tersenyum. Luar biasa sekali ya sensitivitas dan rasa kebersamaan netizen Indonesia dalam hal seperti ini. Mereka dengan cepat bergerak membela nama baik dan pengakuan bagi anak bangsa. Sebuah pengingat yang cukup efektif, meski disampaikan dengan sedikit canda di akhir. Memang, kadang universitas sekaliber Oxford pun perlu diingatkan, lho!

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar