Kemarin, tepatnya 23 November 2025, jagat maya dihebohkan oleh sebuah postingan dari akun resmi Universitas Oxford. Mereka mengumumkan penemuan spektakuler: Bunga Rafflesia Hasseltii. Postingan itu disertai video yang menggambarkan momen haru penemuan tersebut. Tapi, euforia itu tak berlangsung lama.
Alih-alih pujian, yang datang justru gelombang kritik. Netizen dari berbagai penjuru dunia dan sepertinya didominasi oleh warganet Indonesia langsung membanjiri kolom komentar dengan sentimen negatif. Mereka geram. Soalnya, dalam pengumuman itu, Oxford dinilai cuma menonjolkan peran peneliti dari Oxford Botanic Garden, sementara mengabaikan kontribusi rekan-rekan mereka dari Indonesia.
Nama-nama seperti Joko Witono, Septi Andriki, dan Iswandi seolah hilang dari pemberitaan. Padahal, mereka adalah bagian tak terpisahkan dari tim penemu bunga langka itu. Rasanya kok kurang adil, ya?
Hebatnya, respons ini bukan cuma dari akun-akun biasa. Bahkan mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, turun langsung menyuarakan protes. Akun-akun besar lain di platform X juga ikut bersuara, menuntut agar nama para peneliti tanah air itu dicantumkan.
Artikel Terkait
Iran Klaim Campur Tangan Asing, 51 Korban Jiwa Tewas dalam Gelombang Unjuk Rasa
Isu Kabur dan Aset Miliaran: Mengapa Narasi Pelarian Khamenei Tak Menyentuh Realitas?
KPK Gelar OTT di Kantor Pajak Jakarta Utara, Dugaan Manipulasi Pengurangan Pajak
Poligami Dihukum Lebih Berat, Kohabitasi Diringankan: Paradoks KUHP Baru