Di sini pelajarannya jelas: kecerdasan tanpa iman bisa berujung pada kerusakan. Lihat saja Umar sebelum masuk Islam ia bengis. Sama seperti sekarang, ada anak pintar yang tega membunuh orang tuanya. Atau pejabat ber-IPK tinggi yang korupsi.
Sebaliknya, ketika iman atau kecerdasan spiritual yang memimpin, kecerdasan lain akan melesat menghasilkan kebaikan. Umar setelah beriman jadi pribadi yang dicintai dan berpengaruh besar. Iman dalam Islam tidak mematikan potensi, justru mendorongnya sampai ke puncak.
Jadi, sebagai orang tua, kita harus sadar: pondasi utama membangun kecerdasan anak adalah keimanan. Kecerdasan spiritual inilah yang menjadi pengendali.
Dan iman yang paling utama adalah mengenal Allah. Ini harus kita tanamkan sejak dini.
Dengan pondasi itu, kecerdasan intelektual dan emosional anak akan selalu terikat pada aturan Allah. Ia akan semangat menuntut ilmu dan berkarya karena itu perintah-Nya.
Hasilnya? Generasi cerdas yang tak hanya pintar, tapi juga bertakwa.
Elis Irma Ratnasari, Pemerhati Generasi.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Mundur dari Ketua Umum IPSI di Munas ke-16
Mentan Proyeksikan Stok Beras Nasional Tembus 5 Juta Ton, Dorong Hilirisasi Inovasi Kampus
Remaja 14 Tahun Hilang di Hutan Mamuju, Pencarian Gabungan Masih Berlangsung
Truk Skylift Dinas Perhubungan Gianyar Hangus Terbakar Diduga Akibat Korsleting