"Kan ini mah khusus buat penggemukan ibaratnya kurban pasti habis semua, ntar habis itu datang baru lagi,"
Ia melanjutkan dengan nada santai.
Di sisi lain, ada tantangan lain yang tak kalah pelik: bau. Bagaimana mungkin sebuah peternakan bisa beroperasi di tengah pemukiman padat tanpa menimbulkan keluhan? Rahasianya ternyata sederhana, yaitu pembersihan kandang yang dilakukan secara sangat rutin.
"Kalau kotoran langsung sekali cair. Jadi setiap hari bersihin, mandi aja kan dua kali sehari," jelasnya lagi.
Jadi, itulah kisahnya. Sebuah peternakan yang tak hanya bertahan, tapi juga menemukan caranya sendiri untuk hidup harmonis di tengah hingar-bingar kota.
Artikel Terkait
Hunian Sementara dan Harapan Baru untuk Warga Bukit Tempurung
Trump Minta Damai di Suriah: AS Berhubungan Baik dengan Dua Kubu yang Bertikai
KPK Tetapkan Gus Yaqut Tersangka Dugaan Korupsi Kuota Haji
Kuasa Hukum Tantang Eggi Sudjana dan Kawan-Kawan Bersaksi di Sidang Ijazah Jokowi