Selama ini, banyak yang menganggap musik tradisi itu ketinggalan zaman. Kuno, susah berkembang, dan kurang menarik. Tapi pentas ini membuktikan sebaliknya. Justru ketika dikolaborasikan, musik tradisi punya keunikan dan daya tarik yang tidak dimiliki genre musik lainnya.
Di sisi lain, Mbah Dinan juga menyoroti maraknya penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, ketergantungan pada teknologi ini bisa mengurangi kreativitas manusia. Terutama ketika digunakan untuk merekonstruksi dialog budaya, yang tak jarang justru menghasilkan penyesatan makna.
Ia punya pesan penting untuk generasi muda. Dalam memandang sebuah budaya, jangan menggunakan kacamata Barat. Sebaliknya, kembalikanlah kepada masyarakat asli yang memang memahami seluk-beluk budaya tersebut secara mendalam.
"Dalam memandang sebuah budaya, kita kembalikan ke ranah aslinya. Jangan memandang dengan kaca mata barat, apakah banyak nilai-nilai tradisi atau kesukuan yang akhirnya disingkirkan," tegasnya.
Pertunjukan ini seperti membuktikan bahwa tradisi dan modernitas bisa berjalan beriringan. Bahwa warisan leluhur tidak harus hilang ditelan zaman, melainkan bisa beradaptasi dan menemukan bentuk barunya yang justru lebih relevan dengan konteks kekinian.
Artikel Terkait
Mobil Pengacara Dibakar, Diduga Terkait Penolakan Pemindahan Masjid
KSAD Sindir Fenomena Bantuan Seremonial di Lokasi Bencana
Tompi Tersinggung Kritik Pandji ke Gibran, Netizen Soroti Sikapnya pada Akun Fufufafa
Badai Salju Lumpuhkan Eropa, WNI Dinyatakan Aman