Di sisi lain, situasi ini semakin memprihatinkan karena terjadi di tengah seharusnya masa gencatan senjata. Perjanjian antara Hamas dan Israel yang mulai berlaku 10 Oktober terus dilanggar oleh pasukan zionis. Mereka masih melakukan pengeboman, menembaki warga, dan bahkan membongkar rumah-rumah penduduk sipil di Gaza. Pelanggaran yang terjadi berulang kali ini membuat harapan akan perdamaian kian memudar.
Secara keseluruhan, angka korban jiwa terus meroket. Data terbaru dari Kementerian Kesehatan Palestina mencatat, sejak 7 Oktober 2023, sudah 69.513 syuhada dan 170.745 luka-luka berjatuhan akibat serangan Israel. Sebuah angka yang sulit dibayangkan, menggambarkan betapa dalamnya luka yang harus ditanggung oleh warga Gaza.
Rep: Mohammed Rabah
Artikel Terkait
Sutoyo Abadi: Presiden Terkurung, Staf Strategis Didesak Mundur
Ridwan Kamil dan Atalia Resmi Berpisah Setelah 29 Tahun
Pencarian Syafiq Ridhan di Gunung Slamet: Tongkat dan Doa Seorang Ayah di Hutan Belantara
Royman dan Alarm Demokrasi: Saat Watchdog Dihantam di Morowali