Ayah dan Anak Terkapar Usai Disiram Air Keras di Pamulang

- Kamis, 20 November 2025 | 16:42 WIB
Ayah dan Anak Terkapar Usai Disiram Air Keras di Pamulang
Kejadian Penyiraman Air Keras di Pamulang

Kisah Pilu Ayah dan Anak Jadi Korban Siraman Air Keras di Pamulang

Kamis, 20 November 2025

Suasana malam di Jalan Aria Putra, Pamulang, Tangerang Selatan, mendadak berubah mencekam. Sekitar pukul satu dini hari, Selasa (18/11), seorang ayah dan anaknya menjadi sasaran aksi tak terduga. Mereka disiram cairan yang diduga air keras oleh orang tak dikenal.

Keduanya, berinisial GS (57) dan RA (20), sedang dalam perjalanan pulang ke rumah. Mereka melintas menggunakan sepeda motor. Tiba-tiba saja, tanpa ada peringatan, aksi brutal itu terjadi. Cairan kimia itu mengenai mereka.

Menurut AKP Agil Sachril dari Humas Polres Tangsel, pihaknya telah menerima laporan. “Benar, ada dua orang mengalami luka bakar diduga karena air keras,” ujarnya, Kamis (20/11).

Polisi langsung bergerak cepat begitu mendapat kabar. Tim dari Polsek Pamulang segera menuju lokasi. Mereka memeriksa TKP, mengumpulkan keterangan saksi, dan tak lupa mengecek rekaman CCTV di sekitar tempat kejadian.

Sayangnya, hingga saat ini identitas pelaku dan motif di balik serangan itu masih menjadi misteri. Penyidik masih mendalami kasus ini. Mereka berusaha mengungkap setiap detail yang ada.

Sementara itu, kondisi kedua korban cukup memprihatinkan. Mereka kini harus menjalani perawatan intensif di RSUD Tangerang Selatan. Luka bakar yang diderita memerlukan penanganan serius.

Kejadian ini tentu mengagetkan warga setempat. Aksi kekerasan dengan menggunakan bahan kimia seperti ini memang kerap meninggalkan trauma mendalam. Di sisi lain, masyarakat berharap polisi segera menangkap pelakunya.

Agil menegaskan, penyelidikan masih terus berlanjut. “Penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengetahui identitas pelaku dan motif tindakan tersebut,” tutupnya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar