Dusun Gumukmas di Lumajang benar-benar berubah wajah. Erupsi Gunung Semeru, Rabu kemarin, tak main-main dampaknya di sini. Puluhan rumah warga rusak parah, bahkan ada yang tertimbun sama sekali oleh material vulkanik yang ganas.
Kondisinya sungguh memilukan. Material vulkanik itu hampir meluluhlantakkan seluruh dusun. Ketinggiannya saja mencapai sekitar 80 sentimeter, mengubur sebagian besar kehidupan warga di tempat ini. Puing-puing rumah berserakan di mana-mana, bagaikan puzzle yang tak terselesaikan. Tak hanya itu, ladang dan sawah yang menjadi sumber penghidupan mereka pun rata dengan tanah.
Suasana mencekam langsung terasa begitu melangkah masuk. Di antara tumpukan abu dan batu, dua sepeda motor tergeletak ringsek, tak berdaya. Yang lebih menyayat hati, bangkai seekor kambing terlihat separuh hangus, menjadi saksi bisu betapa dahsyatnya amukan Semeru.
Namun begitu, semangat hidup warga tak ikut padam. Meski sempat mengungsi, mereka perlahan mulai kembali ke kampung halamannya setelah erupsi reda. Mereka berusaha menyelamatkan apa yang masih bisa diselamatkan.
Karena timbunan material yang begitu tinggi, akses jalan pun terhalang. Tapi mereka tak menyerah. Dengan usaha sendiri, warga membelah timbunan itu untuk membuat jalan sementara yang cukup untuk dilintasi sepeda motor. Dengan jalur darurat itulah mereka mengangkut barang-barang tersisa dari rumah mereka. Mulai dari televisi, koper, hingga tabung gas dibawa keluar.
Di tengah kepiluan itu, ada secercah harapan. Petugas dan relawan terlihat mondar-mandir, turun tangan membantu warga mengevakuasi barang-barang mereka. Dalam kesulitan, gotong royong tetap menjadi pegangan.
Artikel Terkait
Jadwal Imsak dan Anjuran Sahur di Banjarmasin pada 24 Februari 2026
Pelajar Tewas Diduga Dianiaya Oknum Brimob di Tual, Tersangka Sudah Ditahan
Nadiem Makarim Serukan Anak Muda Tak Putus Asa dengan Indonesia di Tengah Sidang Korupsi
Ketua BEM UGM Laporkan Teror Anonim Usai Kritik Pemerintah