Namun begitu, semangat hidup warga tak ikut padam. Meski sempat mengungsi, mereka perlahan mulai kembali ke kampung halamannya setelah erupsi reda. Mereka berusaha menyelamatkan apa yang masih bisa diselamatkan.
Karena timbunan material yang begitu tinggi, akses jalan pun terhalang. Tapi mereka tak menyerah. Dengan usaha sendiri, warga membelah timbunan itu untuk membuat jalan sementara yang cukup untuk dilintasi sepeda motor. Dengan jalur darurat itulah mereka mengangkut barang-barang tersisa dari rumah mereka. Mulai dari televisi, koper, hingga tabung gas dibawa keluar.
Di tengah kepiluan itu, ada secercah harapan. Petugas dan relawan terlihat mondar-mandir, turun tangan membantu warga mengevakuasi barang-barang mereka. Dalam kesulitan, gotong royong tetap menjadi pegangan.
Artikel Terkait
Gus Yahya Tegaskan Sikap: Hukum Harus Jalan Meski untuk Saudara Sendiri
Bantuan Rp 600 Ribu Per Bulan Mulai Cair untuk Korban Bencana di Sumatera
Kripto dan Konglomerat: Ketika Uang Besar Masuk ke Dunia Tanpa Mata
KPK: Travel Haji Sudai Kembalikan Rp 100 Miliar dari Kasus Kuota