Di tengah acara seremonial peresmian Rumah Sakit Kardiologi Emirates Indonesia di Solo, Rabu (19/11), sebuah momen tak terduga justru menyita perhatian. Presiden Prabowo Subianto yang sedang berkeliling meninjau fasilitas, tiba-tiba terpana oleh alunan piano. Sorot matanya tertuju pada seorang bocah yang sedang asyik memainkan tuts-tuts piano dengan lincah.
Dengan langkah tenang, Prabowo mendekat. "Siapa nama kamu?" tanyanya penuh kehangatan. "Anjani," jawab sang bocah dengan polos. Pertanyaan lanjutan tentang usianya pun dijawab, sepuluh tahun. Prabowo tampak terkesan. Ia memuji permainan pianonya yang dinilainya sangat bagus. "Seneng main piano? Bagus, terima kasih," ucap Prabowo, disambut gemuruh tepuk tangan dari para tamu undangan.
Profil Singkat Sang Pianis Muda
Anjani, begitu ia biasa dipanggil, ternyata masih duduk di bangku SD Muhammadiyah Surakarta. Dengan semangat, gadis kecil itu mengaku sangat senang bermain piano. Ia juga merasa terhormat dan berterima kasih karena diberi kesempatan tampil di hadapan Presiden. "Terima kasih saya sudah diberi kesempatan main piano di sini," ujarnya dengan nada riang.
Cerita di Balik Panggung
Vanessa, ibu Anjani, yang turut mendampingi saat itu, membocorkan sedikit cerita. Rupanya, ini semua berawal dari sebuah pertemuan kebetulan dengan CEO dari UEA. "Beliau menyampaikan bahwa di RS ini ada piano, dan beliau ingin suasana rumah sakit terasa rileks, ada yang mainkan piano agar pasien dan pengunjung merasa tenang," cerita Vanessa.
Kebetulan yang beruntung. Vanessa yang sempat bercerita bahwa anaknya baru belajar piano, langsung mendapat respons positif. "Saya enggak nyangka. Saya bilang, 'anak saya baru belajar les piano ini pak,' terus langsung direspons, ditawari untuk main di sini. Gayung bersambut, lah," kenangnya dengan senyum.
Menurut Vanessa, bakat putrinya itu masih sangat hijau. Baru satu tahun Anjani menekuni piano. Untuk membangun kepercayaan dirinya, Vanessa sering mendorongnya ikut lomba. "Jadi ini beberapa kali ikut lomba, saya latih ikut lomba supaya percaya dirinya muncul," tuturnya. Tak lupa, ia menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam kepada Presiden Prabowo yang telah memberi kesempatan pada Anjani.
Di sisi lain, peresmian rumah sakit jantung ini sendiri merupakan buah kerja sama pemerintah Indonesia dengan Uni Emirat Arab. Prabowo hadir didampingi sejumlah menteri, seperti Menkes Budi Gunadi Sadikin, Menko PMK Pratikno, dan beberapa pejabat tinggi lainnya. Sementara dari pihak UEA, hadir utusan khusus Presiden UEA serta Menteri Energi dan Infrastruktur, Suhail Al Mazrouei.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam sambutannya menegaskan, peresmian ini bukan sekadar acara seremonial belaka. "Ini adalah lambang kerja sama erat antara bangsa Indonesia dan UEA," katanya. Proyek yang dimulai dua tahun silam di era Jokowi ini menelan anggaran fantastis, sekitar Rp 400 miliar. Rinciannya, Rp 250 miliar untuk pembangunan gedung dan Rp 150 miliar untuk pengadaan peralatan medis. RS yang memiliki 100 kamar dan 3 kamar operasi ini diharapkan bisa menjadi pusat jantung terkemuka di wilayah Jawa Tengah.
Artikel Terkait
Rumah Terduga Pembunuh Penjual Ikan di Gowa Dirusak Massa Saat Warga Shalat Jumat
Jokowi Beri Tanggapan soal Lagu Pujian untuk Bahlil yang Viral di Depan Rumahnya
PBB Kecam Rencana Israel Perluas Pendudukan di Gaza hingga 70 Persen
Kementerian HAM Bantah Tuduhan Manipulasi Partisipasi Publik dalam Revisi UU HAM