Polemik Harimau Kurus Ragunan: Gubernur Buka Suara soal Video Viral

- Kamis, 20 November 2025 | 11:42 WIB
Polemik Harimau Kurus Ragunan: Gubernur Buka Suara soal Video Viral
Kondisi Harimau Viral di Ragunan

Video seekor harimau Sumatera yang tampak kurus dan lesu sempat membanjiri media sosial, memicu keprihatinan banyak netizen. Namun, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung angkat bicara. Ia menduga video itu bukanlah gambaran kondisi terkini. "Rekaman itu kemungkinan diambil saat pandemi COVID-19 melanda, tahun 2021–2022 lalu," ujar Pram, sapaan akrabnya, saat ditemui wartawan.

Pagi itu, Kamis (20/11), Pramono langsung meninjau kandang Sri Deli nama harimau tersebut di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan. Menurut laporan yang ia terima, kondisi Sri Deli sekarang sudah jauh lebih baik. "Sekarang teman-teman sudah melihat sendiri, harimau yang sama yang diviralkan kondisinya dulu kurus, sekarang sudah gemuk kembali," tegasnya.

Soal penyebab kekurusan saat itu, Pramono berspekulasi. Masa pandemi disebutnya membawa dampak. “Saya enggak tahu yang sebenarnya, tetapi mungkin persoalan ketika sedang COVID, orang juga enggak berani untuk keluar beraktivitas dan mungkin makanannya terlambat,” ujarnya. Meski begitu, ia mengaku tidak punya informasi pasti tentang kejadian sebenarnya pada masa itu. "Tapi saya enggak tahu tentang hal itu, apa yang terjadi yang sebenarnya," tambahnya, mencoba berhati-hati.

Di sisi lain, pihak pengelola kebun binatang juga memberikan penjelasan terpisah. Humas Ragunan, Bambang Wahyudi, menegaskan bahwa pemberian pakan untuk seluruh harimau di sana berjalan rutin. "Setiap hari. Satu hari satu kali," katanya saat dikonfirmasi.

Bambang lalu membeberkan komposisi pakannya. Untuk harimau Sumatera seperti Sri Deli, jatahnya 5,5 kilogram daging per hari. Rinciannya, tiga kilogram daging sapi dan dua setengah kilogram daging ayam. Sementara harimau Benggala dapat porsi lebih besar, yakni 7,5 kilogram empat setengah kilogram sapi dan tiga kilogram ayam. "Karena postur Benggala lebih besar dari Sumatera," ungkapnya.

Kombinasi dua jenis daging itu sengaja diberikan. Tujuannya? Biar harimau tidak bosan. "Kadang kalau ayam doang atau sapi doang suka bosan," ucap Bambang. Dengan pola makan seperti itu, ia meyakini kondisi kesehatan harimau-harimau tersebut terjamin. "Terjamin lah. Komparasi di alam, harimau sumatra bisa makan sebulan atau seminggu sekali. Dia dapat rusa, terus kalau kenyang, puasa," tandasnya.

Soal populasi, data dari petugas Ragunan menyebutkan ada 18 ekor harimau Sumatera dan 14 ekor harimau Benggala yang tinggal di sana. Kini, setelah ramai diperbincangkan, kondisi Sri Deli diklaim sudah pulih. Tinggal menunggu waktu, apakah publik akan percaya atau masih menyimpan tanda tanya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar