Gunung Semeru masih berstatus Awas, level IV. Meski begitu, ada 178 pendaki yang masih bertahan di kawasan Ranu Kumbolo. Mereka terjebak di tengah situasi erupsi yang belum reda.
Menurut Heruningtyas Desi Purnamasari, Ketua Tim Gunung Api PVMBG, kondisi para pendaki dilaporkan aman. "Lokasi mereka di Ranu Kumbolo cukup jauh dari pusat aktivitas dan area awan panas," jelasnya saat dihubungi Kamis (20/11) pagi, sekitar pukul 09.30 WIB.
Ranu Kumbolo sendiri adalah danau kawah yang sering dijadikan tempat bermalam para pendaki. Biasanya di sinilah mereka mendirikan tenda dan beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.
Namun begitu, proses evakuasi ternyata belum dilakukan. Heruningtyas menyebut pihaknya masih berkoordinasi dengan BPBD. "Kami tidak merekomendasikan aktivitas pendakian hingga radius 8 km dari puncak," tegasnya. Intinya, area puncak benar-benar harus dihindari.
Di sisi lain, informasi dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) menyebutkan bahwa 178 orang tersebut tidak hanya terdiri dari pendaki biasa. Mereka juga meliputi petugas, penyelamat (saver), porter, hingga tim dari Kementerian Pariwisata.
Septi Eka Wardhani, Kabag TU BB TNBTS, sebelumnya telah mengonfirmasi jumlah tersebut. Sementara Humas BB TNBTS, Endrip Wahyutama, menambahkan bahwa kondisi Ranu Kumbolo sejauh ini masih aman dari dampak langsung erupsi.
Jadi, meski status gunung masih berbahaya, setidaknya ada kabar baik: lokasi mereka relatif terlindungi. Tapi ya, waspada tetap nomor satu.
Artikel Terkait
Makassar Alokasikan Rp10,6 Miliar untuk Bangun Jalan Akses TPA Antang
Catatan Harian Ungkap Jaringan Dakwah Ulama Sulsel KH Ahmad Surur
Anggota DPR Desak Penyelidikan Kasus Sea Dragon Sampai ke Aktor Intelektual
Dua Perwira Polres Toraja Utara Ditahan Terkait Dugaan Jaringan Narkoba