Kabarnya, 22 orang meninggal dunia akibat serangan Israel di Gaza pada Rabu (19/11). Badan pertahanan sipil setempat yang beroperasi di bawah otoritas Hamas melaporkan hal itu. Namun begitu, militer Israel punya penjelasan lain. Mereka menyatakan serangan itu ditujukan pada target-target Hamas di seluruh Jalur Gaza.
Rincian korban disebutkan: 12 orang di Gaza City dan 10 lainnya di Khan Younis, wilayah selatan Gaza. Data ini dikutip dari laporan AFP.
Menurut keterangan militer Israel, serangan balasan dilakukan setelah para militan menembaki area tempat pasukan mereka beroperasi di selatan Gaza. "Tindakan ini melanggar perjanjian gencatan senjata," tegas pernyataan resmi IDF. "Tak ada korban dari pihak kami. Sebagai respons, kami mulai menyerang target-target teroris Hamas di seluruh Jalur Gaza."
Gencatan senjata yang rapuh sebenarnya masih bertahan sejak 10 Oktober lalu. Meski begitu, ketegangan sesekali muncul. Israel terus melakukan serangkaian operasi militer terhadap apa yang mereka sebut target Hamas. Akibatnya, lebih dari 280 warga Palestina tewas menurut data kementerian kesehatan Gaza yang dikelola Hamas.
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 3,2 Guncang Sukabumi, Tidak Ada Laporan Kerusakan
Harga Emas Batangan Pegadaian Naik Rp 38.000 per Gram
Menkeu Tegaskan Dana LPDP dari Pajak dan Utang, Ancam Pencabutan bagi yang Hina Negara
Waspada Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Sejumlah Wilayah Sulawesi Selatan