Gaza Berduka, 22 Nyawa Melayang dalam Serangan Terbaru Israel

- Kamis, 20 November 2025 | 02:42 WIB
Gaza Berduka, 22 Nyawa Melayang dalam Serangan Terbaru Israel

Kabarnya, 22 orang meninggal dunia akibat serangan Israel di Gaza pada Rabu (19/11). Badan pertahanan sipil setempat yang beroperasi di bawah otoritas Hamas melaporkan hal itu. Namun begitu, militer Israel punya penjelasan lain. Mereka menyatakan serangan itu ditujukan pada target-target Hamas di seluruh Jalur Gaza.

Rincian korban disebutkan: 12 orang di Gaza City dan 10 lainnya di Khan Younis, wilayah selatan Gaza. Data ini dikutip dari laporan AFP.

Menurut keterangan militer Israel, serangan balasan dilakukan setelah para militan menembaki area tempat pasukan mereka beroperasi di selatan Gaza. "Tindakan ini melanggar perjanjian gencatan senjata," tegas pernyataan resmi IDF. "Tak ada korban dari pihak kami. Sebagai respons, kami mulai menyerang target-target teroris Hamas di seluruh Jalur Gaza."

Gencatan senjata yang rapuh sebenarnya masih bertahan sejak 10 Oktober lalu. Meski begitu, ketegangan sesekali muncul. Israel terus melakukan serangkaian operasi militer terhadap apa yang mereka sebut target Hamas. Akibatnya, lebih dari 280 warga Palestina tewas menurut data kementerian kesehatan Gaza yang dikelola Hamas.

Serangan Rabu itu termasuk salah satu yang paling mematikan sejak gencatan senjata berlaku. Tapi rekor korban harian tertinggi justru terjadi lebih awal, tepatnya pada 29 Oktober. Kala itu, lebih dari 100 orang tewas berdasarkan data dari badan pertahanan sipil dan informasi yang dikumpulkan dari lima rumah sakit di Gaza.

Di balik situasi ini, gencatan senjata sendiri didasari kesepakatan yang ditengahi AS. Kesepakatan itu juga mencakup pemulangan 48 sandera terakhir baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal ke Israel. Sayangnya, jenazah tiga sandera masih tertahan di Gaza.

Sementara itu, tahap kedua rencana perdamaian dari Presiden AS Donald Trump masih mandek. Beberapa isu kunci belum disepakati, terutama soal pelucutan senjata Hamas, pembentukan otoritas transisi, dan pengerahan pasukan stabilisasi internasional. Semuanya masih digantung.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar