Genangan di Rawa Buaya Bertahan 50 Cm, BPBD Pastikan Hampir Semua Banjir Jakarta Surut

- Rabu, 19 November 2025 | 16:00 WIB
Genangan di Rawa Buaya Bertahan 50 Cm, BPBD Pastikan Hampir Semua Banjir Jakarta Surut
Update Penanganan Banjir Jakarta: Genangan Hampir Sepenuhnya Surut

Banjir Jakarta Surut, Satu Lokasi Masih Tergenang 50 Centimeter

Lokasi Tergenang Terakhir: Satu-satunya lokasi yang masih terdampak banjir berada di Kelurahan Rawa Buaya, Jakarta Barat. Ketinggian air di lokasi ini dilaporkan mencapai sekitar 50 sentimeter.

Mohamad Yohan, Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, mengonfirmasi bahwa luapan Kali Angke menjadi penyebab utama genangan yang masih tersisa di wilayah tersebut.

PERKEMBANGAN STATUS SUNGAI:

  • Pos Angke Hulu: Mencapai level Bahaya/Siaga 1 (Selasa, 18/11, pukul 19.00 WIB)
  • Pos Sunter Hulu: Meningkat dari Siaga 3 menjadi Siaga 2 (Selasa siang)
  • Pintu Air Pasar Ikan: Tercatat pada status Bahaya/Siaga 1 (Rabu, 19/11, pukul 08.00 WIB)

“Jalan tergenang yang sudah surut adalah Jalan R. E. Martadinata RT 001 RW 012 di depan Jakarta International Stadium (JIS),” jelas Yohan, menegaskan kemajuan signifikan dalam penanganan banjir.

Upaya penanganan secara terintegrasi terus dilakukan oleh petugas gabungan dari berbagai instansi, termasuk BPBD, Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan. Operasi lapangan meliputi penyedotan genangan air, pengecekan infrastruktur saluran air, serta distribusi bantuan kebutuhan dasar bagi warga terdampak.

Pemerintah setempat juga mengikutsertakan aparat kelurahan dan kecamatan untuk memastikan koordinasi yang efektif di tingkat komunitas. Dengan upaya terpadu ini, BPBD menargetkan genangan air yang tersisa dapat sepenuhnya surut dalam waktu singkat.

“Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat,” pungkas Yohan, menyampaikan komitmen pemulihan total.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar