Prabowo Larang Pengerahan Pelajar untuk Sambut Kunjungan Kerja

- Rabu, 19 November 2025 | 14:24 WIB
Prabowo Larang Pengerahan Pelajar untuk Sambut Kunjungan Kerja
Prabowo Minta Anak Sekolah Tak Dikerahkan Sambut Kunjungan Kerja

Prabowo Minta Anak Sekolah Tak Dikerahkan Sambut Kunjungan Kerja

Kulon Progo, Rabu, 19 November - Presiden Prabowo Subianto secara resmi meminta agar praktik mengerahkan pelajar untuk menyambut kedatangannya dalam kunjungan kerja dihentikan.

Dalam pernyataan tegasnya saat meresmikan Jembatan Kabanaran di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Presiden mengungkapkan keprihatinannya melihat anak-anak sekolah harus berdiri lama di bawah terik matahari.

"Dalam perjalanan ke sini terima kasih saya disambut oleh rakyat dan banyak anak-anak sekolah. Saya terkesan tapi saya kasihan juga mereka berdiri lama di panas," ujar Prabowo di hadapan para undangan.

Meski mengaku terharu dan terkesan dengan sambutan tersebut, Presiden menegaskan bahwa hal semacam ini tidak perlu dilakukan. Ia menyatakan kekhawatirannya bahwa kedatangannya justru dapat mengganggu proses belajar mengajar di sekolah.

"Biarlah mereka di sekolah masing-masing, kalau mereka mau lihat bisa mungkin dari TV dan kalau saya mau periksa, saya akan masuk ke ruang kelas saja," tambahnya.

Sebagai tindak lanjut, Prabowo telah memerintahkan Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya untuk segera mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada seluruh kepala daerah di Indonesia. Surat tersebut akan berisi imbauan resmi untuk tidak lagi mengerahkan siswa sekolah dalam penyambutan kunjungan kerja presiden.

Presiden juga mengungkapkan sisi emosionalnya saat bertemu dengan rakyat, termasuk anak-anak. "Tiap kali saya lihat wajah-wajah rakyat, wajah-wajah anak-anak, itu saya juga tambah semangat, saya tambah muda karena energi dari mereka," katanya.

Namun demikian, Prabowo tetap konsisten dengan permintaannya. "Jadi ini saya mohon para bupati untuk selanjutnya dan untuk bupati di seluruh Indonesia, wali kota, kalau saya datang tidak perlu anak-anak sekolah untuk dikerahkan," pungkasnya menegaskan.

Kebijakan baru ini diharapkan dapat mengembalikan fokus anak-anak pada kegiatan belajar di sekolah, sekaligus mencerminkan kepemimpinan yang peduli terhadap kenyamanan dan pendidikan generasi muda.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar