Keluarga Korban dan Pelaku Pengeroyokan Siswa di Baranangsiang Sepakat Berdamai

- Jumat, 05 Juni 2026 | 15:10 WIB
Keluarga Korban dan Pelaku Pengeroyokan Siswa di Baranangsiang Sepakat Berdamai

Keluarga korban dan pelaku dalam kasus pengeroyokan yang viral di Baranangsiang, Kota Bogor, akhirnya sepakat berdamai. Kesepakatan itu diambil setelah kedua pihak menjalani serangkaian diskusi yang difasilitasi oleh aparat berwenang.

Devi, perwakilan dari keluarga pelaku, menyatakan bahwa keputusan damai diambil secara bersama-sama. “Saya perwakilan dari orang tua pelaku dari kemarin itu sudah diskusi dengan keluarga korban dan juga pihak berwenang. Lalu kami menyepakati keputusan akhir, kami memutuskan untuk damai dari kedua belah pihak, dengan tanggung jawab tentunya, kompensasi terhadap korban,” ujarnya saat ditemui di Polresta Bogor Kota, Jumat (5/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Devi juga menyampaikan permintaan maaf atas insiden yang menimpa korban. Ia berharap para pelaku mendapatkan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatan serupa di masa mendatang.

“Mungkin tambahan juga harapannya untuk ke depannya tidak ada lagi terulang jadi seperti ini. Harapannya juga dari pihak berwenang terkait itu bisa dilakukan pembinaan terhadap pelaku, agar tidak ada lagi kekerasan baik di sekolah maupun di luar sekolah,” kata Novi, yang juga mewakili keluarga pelaku.

Di sisi lain, Iis, orang tua korban, mengaku telah mengikhlaskan kejadian yang menimpa anaknya. Ia dan keluarga sudah memaafkan perbuatan para pelaku. “Iya yang sudah-sudah aja. Yang terpenting ke depannya mereka tidak terulang lagi, saya sudah memaafkan semuanya,” tuturnya.

Meski demikian, Iis mengaku masih menyisakan sedikit rasa was-was. Namun, ia menaruh kepercayaan kepada pihak sekolah untuk terus membimbing anak-anak agar tidak terlibat dalam pergaulan yang berisiko. “Sedikit sih ada (was-was), cuma saya percaya sama sekolah agar bisa terus dibimbing kembali di sekolah. Iya lah pasti (dibina di rumah), supaya pulang sekolah langsung pulang, tidak nongkrong lagi demi keselamatan anaknya juga,” katanya.

Sebelumnya, polisi telah mengamankan para pelaku dan korban yang merupakan siswa sekolah menengah. Peristiwa pengeroyokan yang disertai tindakan menginjak-injak korban itu terjadi di kawasan Baranangsiang, Kota Bogor. Kapolsek Bogor Timur, AKP Asep Sundana, menjelaskan bahwa insiden tersebut dipicu oleh proses ospek sebelum korban bergabung ke dalam kelompok para pelaku.

“Pemicunya itu si korban ini kan mau masuk (bergabung) ke kelompok mereka itu, jadi semacam diospek ya, cuma dengan cara begitu. Jadi semuanya itu kan tujuh orang di dalam video itu, nah si korban ini yang namanya R mau masuk ke kelompok mereka itu,” ungkap Asep, Kamis (4/6).

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar