Dalam sesi wawancara dengan asesor BAN-PT Ade Saptomo dan Mella Ismelina Farma Rahayu, Farida memaparkan berbagai bentuk sinergi yang telah terjalin, termasuk kerja sama dengan OBH/LBH terverifikasi, pelatihan paralegal, pendampingan hukum, serta penyuluhan hukum kepada masyarakat.
Rekomendasi Pengembangan
Farida juga memberikan masukan konstruktif bagi pengembangan program studi, antara lain:
- Peningkatan kompetensi bahasa asing (Inggris dan Mandarin) untuk menghadapi tantangan global
- Penguatan kurikulum yang responsif terhadap kebutuhan praktik hukum kontemporer
- Optimalisasi kolaborasi dengan institusi pemerintah dan praktisi hukum
Visi Strategis Jangka Panjang
"Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam melahirkan SDM hukum yang kompeten dan berintegritas. Kami berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi, baik dalam pelayanan hukum, penyuluhan, maupun pengembangan kapasitas akademik demi kemajuan daerah," tegas Kakanwil Kemenkum Kalbar Jonny Pesta Simamora.
Komitmen jangka panjang ini akan diwujudkan melalui penguatan kerja sama di bidang kenotariatan, kewarganegaraan, apostille, perseroan perseorangan, serta layanan kekayaan intelektual melalui sentra KI dan mitra OBH/LBH.
Dukungan konkret ini diharapkan dapat mengantarkan Program Studi Magister Hukum UPB meraih akreditasi unggul sekaligus memperkuat kontribusinya dalam pengembangan sumber daya manusia hukum di Kalimantan Barat.
Artikel Terkait
Dua Musuh Abadi Umat Islam: Dari Sistem Hingga Bisikan Halus
KPK Periksa Mantan Kajari Bekasi Terkait Kasus Ijon Proyek Ade Kuswara
Kemensos Siapkan Pendamping Bersertifikat untuk Program Makanan Lansia dan Disabilitas
Rudal Rusia Hantam Lviv, Ancaman Hipersonik Mengintai Perbatasan NATO