China Tolak Keras Ambisi Jepang di Dewan Keamanan PBB
China kembali melancarkan kritik tajam terhadap pernyataan kontroversial Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengenai Taiwan. Wakil Tetap China untuk PBB, Fu Cong, mengecam pernyataan tersebut sebagai "sangat keliru dan berbahaya" dalam forum resmi PBB.
Pelanggaran Prinsip Satu China
Dalam debat tahunan Majelis Umum PBB mengenai reformasi Dewan Keamanan, diplomat senior China itu menyatakan bahwa pernyataan Takaichi merupakan "campur tangan serius dalam urusan dalam negeri China."
"Pernyataan ini melanggar prinsip Satu China dan semangat empat dokumen politik antara China dan Jepang," tegas Fu Cong seperti dikutip dalam pertemuan tersebut.
Fu lebih lanjut menambahkan bahwa pernyataan Jepang tersebut merupakan "penghinaan terhadap keadilan internasional dan tatanan internasional pascaperang."
Pernyataan Kontroversial Takaichi
Sumber resmi mengungkapkan bahwa dalam pertemuan dengan anggota parlemen, Takaichi menyatakan bahwa serangan bersenjata ke Taiwan akan mengancam keselamatan Jepang. Lebih lanjut, politisi Jepang itu tidak menutup kemungkinan mengirim pasukan ke Taiwan untuk pertahanan bersama.
Penolakan Terhadap Ambisi Jepang di DK PBB
Dalam perkembangan terkait, Fu Cong secara tegas menyatakan penolakan China terhadap ambisi Jepang untuk menjadi anggota tetap Dewan Keamanan PBB.
"Negara seperti itu sama sekali tidak memenuhi syarat untuk mencalonkan diri sebagai anggota tetap Dewan Keamanan," tegas diplomat China tersebut.
Sejarah Panjang Ambisi Jepang
Jepang telah menunjukkan ambisinya untuk menjadi anggota tetap DK PBB sejak pertengahan 1990-an. Upaya ini semakin intensif sejak tahun 2005, dengan alasan reformasi Dewan Keamanan yang dianggap perlu menyesuaikan dengan realitas geopolitik kontemporer.
Pemerintah Jepang mengklaim bahwa keanggotaan tetap akan memungkinkan negara tersebut lebih efektif menjalankan kepentingannya dalam isu perdamaian dan keamanan internasional.
Penolakan dari Negara Lain
Selain China, Rusia juga diketahui menentang ambisi Jepang untuk menjadi anggota tetap DK PBB. Wakil Tetap Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, secara terbuka menyatakan bahwa Jepang tidak akan pernah mendapatkan kursi permanen di Dewan Keamanan.
China secara konsisten menegaskan bahwa Jepang belum memenuhi prasyarat moral untuk menjadi anggota tetap DK PBB, terutama terkait dengan sikapnya terhadap sejarah masa lalu selama Perang Dunia II.
Analis hubungan internasional menilai bahwa penolakan China terhadap ambisi Jepang di PBB mencerminkan dinamika kompleks hubungan bilateral kedua negara yang masih dibayangi isu-isu historis dan geopolitik yang belum terselesaikan.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Terima Surat Kepercayaan 17 Dubes Negara Sahabat di Istana Merdeka
Skuad Belanda Manfaatkan Waktu Luang di Times Square Jelang Piala Dunia 2026
Christian Eriksen Kolaps di Laga Denmark vs Ukraina, Kondisi Dilaporkan Stabil
Timnas U-19 Indonesia Juara Grup A Usai Taklukkan Vietnam 2-1, Melaju ke Semifinal Piala AFF U-19 2026