MH meninggal dunia setelah dirawat seminggu di rumah sakit. Kasus ini mencuat setelah keluarga melalui kuasa hukumnya melaporkan dugaan bullying yang dialami korban. Laporan tersebut disampaikan ke pihak berwajib oleh perwakilan dari KPAI dan UPTD PPA Kota Tangerang Selatan.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa MH diduga mengalami perundungan sejak masa Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Insiden puncaknya terjadi pada Senin, 20 Oktober, di mana kepala korban diduga dipukul menggunakan bangku besi. Kondisi kesehatan MH dilaporkan menurun drastis sejak kejadian tersebut hingga akhirnya dirujuk ke RS Fatmawati.
Kakak kandung korban, Rizki, mengungkapkan bahwa MH baru berani menceritakan pengalaman buruknya setelah kondisi kesehatannya memburuk. Menurut kesaksian keluarga, pemukulan dengan kursi di kepala merupakan insiden yang paling parah dialami korban.
Penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan medis yang komprehensif untuk memastikan penyebab kematian dan menentukan langkah hukum lebih lanjut dalam kasus yang menyita perhatian publik ini.
Artikel Terkait
Kemendagri Dorong Analis Kebijakan Papua Jadi Think Tank Berbasis Data
Imsak di Banjarmasin Pukul 05.04 WITA, Subuh 05.14 WITA
Jadwal Imsak dan Salat Hari Ini di Medan: Imsak Pukul 05:12 WIB
Atap Perpustakaan SD di Bondowoso Ambruk, Seluruh Koleksi Hancur