Fenomena Baru: Umat Islam Indonesia Gunakan AI untuk Tanya Haji dan Ibadah
Sebuah tren baru muncul di kalangan umat Islam Indonesia, yaitu menggunakan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) sebagai sumber informasi untuk masalah ibadah dan keagamaan, termasuk tata cara menunaikan ibadah haji.
Pengalaman Langsung Jemaah Haji Bertanya pada AI
Rizal Nova Mujahid dari Drone Emprit mengungkapkan pengalaman langsung Ismail Fahmi, CEO Drone Emprit, yang mengandalkan AI selama perjalanan hajinya. "Dari mulai di Jakarta, niat melakukan apa, sampai di Makkah, dia bertanyanya ke AI semua. Apa yang harus saya lakukan? Doanya apa? Di pesawat seperti apa? Semuanya pakai AI," ujar Nova dalam sebuah acara diskusi.
Dua Sisi Penggunaan AI dalam Bidang Agama
Di satu sisi, kehadiran AI diakui memberikan kemudahan karena mampu memberikan jawaban dengan cepat. "Kalau pertanyaannya bagus, prompt-nya tepat, kita bisa mendapatkan jawaban yang lebih berbobot," jelas Nova.
Artikel Terkait
Uji Jalan B50 Capai 70%, Target Implementasi Juli 2026
KPK Ungkap Awal OTT Bupati Tulungagung Berawal dari Laporan Warga
Minat Generasi Muda dan Dukungan Kebijakan Dorong Tren Hunian Hijau di Perkotaan
Ahli IPB: Limbah Cair Sawit Bisa Kurangi Ketergantungan Impor Pupuk