Israel Buka Opsi Penjualan F-35 ke Arab Saudi dengan Syarat Normalisasi
Pemerintah Israel dilaporkan memberikan sinyal tidak keberatan atas rencana penjualan jet tempur F-35 Amerika Serikat kepada Arab Saudi. Syarat utama yang diajukan adalah kesepakatan normalisasi hubungan diplomatik penuh antara Kerajaan Saudi dengan Israel.
Perjanjian Abraham sebagai Landasan Utama
Kebijakan Israel ini merupakan pengembangan dari Perjanjian Abraham yang sebelumnya berhasil menormalisasi hubungan Israel dengan beberapa negara Arab. Sumber terpercaya mengungkapkan bahwa penjualan pesawat tempur canggih ini harus disertai dengan kemajuan hubungan bilateral kedua negara.
Pertimbangan Keamanan Regional
Posisi Israel ini didasari kekhawatiran terhadap keunggulan militer kualitatif di kawasan Timur Tengah. Sebagai satu-satunya negara di region yang saat ini mengoperasikan F-35, Israel menilai penjualan tanpa syarat dapat mengancam stabilitas keamanan regional.
Faktor geografis menjadi pertimbangan penting, dimana jarak tempuh F-35 dari pangkalan Saudi ke wilayah Israel hanya membutuhkan waktu beberapa menit. Kondisi ini meningkatkan kebutuhan pengaturan keamanan yang komprehensif.
Artikel Terkait
Saksi Terakhir yang Bertemu Afiah: Ia Tampak Biasa Saja
Di Tengah Gemuruh Rawa Belong, Bambang Setia Meracik Bunga di Pinggir Jalan
Tragedi Warakas: Teriakan Histeris Pecah di Pagi Buta, Tiga Nyawa Melayang
Perpustakaan di Sekolah Rakyat: Mengubah Cara Pikir untuk Putuskan Rantai Kemiskinan