Protes Claudia Sheinbaum: Gerbang Istana Nasional Meksiko Dicoret Demonstran

- Minggu, 16 November 2025 | 13:40 WIB
Protes Claudia Sheinbaum: Gerbang Istana Nasional Meksiko Dicoret Demonstran
Protes terhadap Presiden Claudia Sheinbaum: Aksi Corat-coret di Istana Nasional Meksiko

Gerbang Istana Nasional Meksiko Dicoret, Protes Mengarah ke Presiden Claudia Sheinbaum

Sebuah aksi protes terjadi di Meksiko yang menyasar langsung Presiden Claudia Sheinbaum. Gerbang utama Istana Nasional, bangunan ikonik di Mexico City, menjadi sasaran aksi vandalisme dengan tulisan bernada kebencian.

Para demonstran diketahui menyemprotkan cat pada gerbang istana dengan tulisan yang mengandung umpatan dan sentimen antisemit. Insiden ini menandai eskalasi dari ketidakpuasan publik yang telah lama membara.

Latar Belakang Presiden Claudia Sheinbaum

Claudia Sheinbaum bukan hanya presiden perempuan pertama Meksiko, tetapi juga pemimpin pertama yang berasal dari latar belakang Yahudi. Fakta ini menjadi sorotan dalam gelombang protes terkini.

Sheinbaum memiliki akar keluarga Yahudi yang kuat, di mana keempat kakek neneknya adalah imigran yang mencari suaka di Meksiko setelah melarikan diri dari Holocaust di Eropa. Terpilihnya Sheinbaum pada 2024 merupakan momen bersejarah, mengingat populasi Yahudi di Meksiko hanya sekitar 0,04% dari total penduduk.

Akar Permasalahan: Pemicu Gelombang Demonstrasi

Kemarahan publik yang memicu aksi corat-coret ini dilaporkan berakar pada beberapa isu krusial. Massa yang berkumpul di depan Istana Nasional menyuarakan kekecewaan mereka terhadap dua masalah utama:

  • Tingkat kejahatan yang masih tinggi dan dianggap tidak terkendali.
  • Praktik korupsi yang diyakini masih merajalela di dalam pemerintahan.

Unjuk rasa ini menggambarkan tantangan berat yang dihadapi pemerintahan Sheinbaum dalam memenuhi harapan masyarakat akan keamanan dan tata kelola pemerintahan yang bersih.

Respons dan Tanggapan atas Insiden

Aksi vandalisme yang bernuansa kebencian ini mendapat sorotan luas di media sosial. Banyak komentar warganet yang mengecam penggunaan bahasa yang merendahkan dan bernuansa diskriminatif dalam menyampaikan pendapat.

Insiden ini juga memicu perdebatan mengenai batasan dalam menyampaikan kritik dan protes politik, serta pentingnya menjaga etika dan menghindari ujaran kebencian, terlepas dari tingkat kekecewaan terhadap kinerja pemerintah.

Gelombang protes ini menjadi ujian besar bagi kepemimpinan Claudia Sheinbaum. Masyarakat kini menunggu langkah konkret pemerintah dalam menanggapi tuntutan demonstran sekaligus meredakan ketegangan yang muncul akibat aksi-aksi yang mulai mengarah pada sentimen pribadi dan SARA.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar