Fakta Ijazah Jokowi di UGM: Foto Kontroversial dan Status DO yang Beredar

- Sabtu, 15 November 2025 | 06:40 WIB
Fakta Ijazah Jokowi di UGM: Foto Kontroversial dan Status DO yang Beredar

Kontroversi Ijazah Jokowi: Fakta Foto dan Status Kuliah di UGM

Isu seputar dokumen akademik Presiden Joko Widodo kembali mencuat. Beredar dokumen pendaftaran mahasiswa atas nama Joko Widodo untuk Fakultas Kehutanan UGM tahun 1981 yang menunjukkan perbedaan signifikan pada foto yang dilampirkan.

Perbedaan Foto dalam Formulir Pendaftaran

Dokumen yang beredar menunjukkan foto pria tanpa kacamata pada formulir pendaftaran Mahasiswa Pencinta Alam Silva Gama. Hal ini memicu pertanyaan mengingat Joko Widodo dikenal publik selalu menggunakan kacamata.

Seorang pengguna media sosial @Boediantar4 mengungkapkan: "Jokowi sejak muda tidak pernah memakai kacamata, ini buktinya. Jelas foto yang ada di ijazah adalah foto orang lain. Jokowi tidak lulus kuliah alias drop out, merantau ke Aceh kerja di pabrik kertas."

Pernyataan ini mendapat dukungan dari pengguna lain @Agung_Abi_Za yang menyatakan ketidakwajaran foto ijazah yang menggunakan kacamata dan tidak mirip dengan wajah Jokowi.

Analisis Pakar Telematika

Pakar telematika Roy Suryo sebelumnya telah menyampaikan analisis mengenai foto di ijazah yang diklaim sebagai ijazah Jokowi. Menurutnya, foto tersebut bukanlah foto Jokowi melainkan foto Dumatno, yang merupakan sepupu Jokowi.

Status Kelulusan dan IPK

Berdasarkan pengakuan Joko Widodo sendiri, ia pernah menyatakan memiliki IPK kurang dari 2.0 selama masa kuliah. Pernyataan ini memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan kelulusan dengan IPK di bawah standar minimal yang biasanya diterapkan perguruan tinggi.

Muncul dugaan kuat bahwa Joko Widodo memang pernah diterima sebagai mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM, namun tidak menyelesaikan pendidikannya atau drop out. Status ini didukung oleh pernyataan tentang IPK rendah dan ketidakkonsistenan foto dalam dokumen akademik.

Kontroversi ini terus berkembang di masyarakat dengan berbagai analisis dan bukti dokumen yang beredar luas di platform media sosial.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar