Dia menyebut, salah satu Subholding Pertamina yakni PT Pertamina Patra Niaga, tengah menjajaki kerja sama dengan pasar luar negeri untuk penjualan bioavtur.
"Sebenarnya kan, kalau rekan kita Patra Niaga sudah memulai kerja sama dengan beberapa off-taker di luar, menjajaki kemungkinan untuk memasarkan di luar. Nah itu, once ada, katakanlah demand, tentunya kita harus bersiap diri," kata dia.
Baca Juga: Bansos Bukan Bantuan Jokowi, Akal akalan Zulhas Dikritisi Cak Imin
Saat ini, KPI sudah memproduksi bioavtur atau Sustainable Aviation Fuel (SAF) dengan campuran produk turunan sawit, yakni Refined Bleach Deodorized Palm Kernel Oil (RBDPKO), sebesar 2,4% pada Kilang Hijau alias Green Refinery Cilacap, Jawa Tengah.
Adapun kapasitas pengolahan bioavtur pada Green Refinery Cilacap kini mencapai 9.000 barel per hari (bph).***
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: sawitku.id
Artikel Terkait
Macron Serukan Koalisi Kemerdekaan untuk Lawan Dominasi AS dan China
Iran Klaim Tembak Jatuh Dua Jet Tempur AS, Bantah Klaim Trump Soal Pertahanan Udara
Akademisi Soroti Troll Army sebagai Alat Baru Propaganda Politik di Era Digital
Trump Ancam Rebut Pulau Kharg, Ultimatum AS ke Iran Berakhir 6 April