Bahkan, pelayanan kesehatan di sana masih tergolong sangat kurang mencukupi bagi warga sipil.
"Ada defisit dalam cakupan kesehatan dan kekurangan besar obat-obatan di Jalur Gaza," ujarnya.
Mereka menegaskan, pertolongan medis hanya bisa didapatkan di tempat lain, selain Gaza.
"Lebih dari 8.000 warga Palestina harus dibawa keluar dari Jalur Gaza untuk mendapatkan perawatan darurat," tegasnya.
Sedangkan, UNICEF laporkan belasan ribu anak-anak harus hidup tanpa kedekatan keluarga mereka.
"Perkiraan kami menunjukkan bahwa 17.000 anak di Gaza tidak didampingi atau terpisah dari keluarga mereka," kata UNICEF.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: orbid.id
Artikel Terkait
China Batasi Drama CEO Jatuh Cinta ke Si Miskin, Sebut Sebar Harapan Palsu
Indonesia Khawatir, Langkah Trump Cabut Diri dari 66 Organisasi Internasional Dinilai Ancam Stabilitas Global
Iran Siagakan 400 Unit Tempur, Waspadai Serangan AS-Israel di Tengah Gejolak Dalam Negeri
Kapal Tanker Rusia Disita AS, Moskow Balas dengan Kapal Perang