Bahan ini dapat menahan suhu dan tekanan tinggi yang dihasilkan oleh detonasi.
Selain durasi pembakaran dan daya dorong yang tinggi, mesin RDE juga mampu dikendalikan secara presisi.
Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan mesin RDE untuk melakukan throttling (pengaturan daya dorong) dan ignition (penyalaan) secara internal.
Keberhasilan uji coba mesin RDE ini merupakan langkah penting bagi NASA untuk mengembangkan teknologi propulsi baru yang lebih efisien dan hemat bahan bakar.
Teknologi ini berpotensi untuk digunakan dalam misi luar angkasa jangka panjang, seperti perjalanan ke Bulan dan Mars.
Baca Juga: Fenomena Gerhana Matahari Cincin Api 14 Oktober 2023, NASA Akan Siarkan Langsung Secara Online
Mesin RDE memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan mesin roket konvensional.
Pertama, mesin RDE dapat menghasilkan daya dorong yang lebih besar dengan menggunakan bahan bakar yang lebih sedikit. Hal ini dapat menghemat biaya misi luar angkasa.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: pojoksatu.id
Artikel Terkait
China Batasi Drama CEO Jatuh Cinta ke Si Miskin, Sebut Sebar Harapan Palsu
Indonesia Khawatir, Langkah Trump Cabut Diri dari 66 Organisasi Internasional Dinilai Ancam Stabilitas Global
Iran Siagakan 400 Unit Tempur, Waspadai Serangan AS-Israel di Tengah Gejolak Dalam Negeri
Kapal Tanker Rusia Disita AS, Moskow Balas dengan Kapal Perang