Kuba Angkat Bicara: Tegas Tolak Intervensi AS di Venezuela
Havana diguncang pernyataan keras. Presiden Miguel Díaz-Canel tak main-main menyikapi kabar penangkapan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro. Ia menyebutnya sebagai aksi terorisme negara sebuah pukulan telak terhadap pemimpin yang sah pilihan rakyatnya sendiri.
Bagi Díaz-Canel, peristiwa semacam ini jelas tak bisa dibiarkan. Bagaimana mungkin komunitas internasional diam saja melihat seorang kepala negara yang dipilih secara demokratis disingkirkan dengan paksa? Kuba melihatnya sebagai pelanggaran berat, bukan cuma pada kedaulatan Venezuela, tapi juga pada hukum internasional yang seharusnya dijunjung tinggi.
Di sisi lain, ada nada frustrasi yang kuat dalam pidatonya. Presiden Kuba itu geram dengan anggapan lama bahwa Amerika Latin adalah "halaman belakang" Amerika Serikat. Menurutnya, motif imperialis sebenarnya transparan: merebut minyak, tanah, dan segala kekayaan alam Venezuela yang melimpah.
"Tujuan kaum imperialis adalah minyak Venezuela, tanah dan sumber daya alamnya. Tidak, Tuan-tuan imperialis, ini bukan ‘halaman belakang’ Anda,"
Artikel Terkait
Rapat Rahasia di Doha: Kepingan Rencana Transisi Venezuela Tanpa Maduro
Iran Siaga Penuh, Israel Kirim Pesan Rahasia: Ketegangan yang Tak Kunjung Reda
Pesan Rahasia Trump ke CEO Minyak: Bersiaplah Sebelum Serangan ke Venezuela
Siulan Maut di Malam Venezuela: Kisah Prajurit yang Terpental oleh Ledakan