Suasana di Caracas tegang. Hanya beberapa jam setelah pasukan AS menangkap Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, televisi nasional Venezuela menayangkan pidato penting. Di layar, Wakil Presiden Delcy Rodríguez tampak dengan nada tegas menyampaikan pesan yang jelas: Venezuela hanya punya satu presiden.
“Hanya ada satu presiden di Venezuela,” ujarnya, dengan penekanan yang tak terbantahkan, “dan namanya adalah Nicolas Maduro Moros.”
Pernyataan itu langsung menepis klaim yang beredar dari Washington. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Rodríguez telah disumpah sebagai pemimpin baru negara itu. Ternyata, klaim itu jauh dari kenyataan. Rodríguez justru menggunakan pidatonya untuk mengecam keras operasi militer AS tersebut, menyebutnya sebagai tindakan brutal yang harus diakhiri.
Ia menuntut pembebasan segera Maduro dan istrinya.
Artikel Terkait
Macron Serukan Koalisi Kemerdekaan untuk Lawan Dominasi AS dan China
Iran Klaim Tembak Jatuh Dua Jet Tempur AS, Bantah Klaim Trump Soal Pertahanan Udara
Akademisi Soroti Troll Army sebagai Alat Baru Propaganda Politik di Era Digital
Trump Ancam Rebut Pulau Kharg, Ultimatum AS ke Iran Berakhir 6 April