BANDUNG Sementara bursa transfer Januari bergulir panas, atmosfer di markas Persib Bandung justru terasa berbeda. Klub-klub besar lain seperti Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya sibuk membongkar pasang skuad, tapi Maung Bandung memilih untuk tak ikut-ikutan. Mereka lebih memilih menahan diri, enggan terburu-buru melakukan perombakan besar-besaran.
Pelatih Bojan Hodak punya alasan sendiri untuk sikap ini. Setelah mengevaluasi performa tim di putaran pertama, ia dan manajemen merasa tidak perlu tindakan drastis. Restrukturisasi, katanya, sudah lebih dulu dilakukan saat musim dimulai.
“Kami melakukan pergantian besar-besaran di awal musim,” tegas Hodak.
Lihat saja apa yang terjadi di Kemayoran. Persija, rival bebuyutan Persib dalam perburuan gelar, tampil sangat agresif. Mereka sudah melepas lima pemain: Alwi Fadillah, Alfriyanto Nico, Figo Dennis, Jehan Pahlevi, dan Gustavo Franca. Tak cuma itu, dua wajah baru sudah resmi bergabung. Fathurrahman, sang pemain sayap Timnas Indonesia, didatangkan untuk menyuntikkan kecepatan. Ada juga Alaaeddine Ajaraie, striker yang dipinjam dari klub India NorthEast United, untuk memperkuat lini depan.
Di sisi lain, gerak Persib terhitung sangat minim. Hanya tiga pemain yang hengkang: Hamra Hehanussa, Rezaldi Hehanussa yang dipinjamkan ke Persik Kediri, dan Wiliam Marcilio yang pindah bebas transfer ke Chungnam Asan. Hingga saat ini, belum ada satu pun pemain baru yang diumumkan. Jelas sekali, strategi mereka berbeda 180 derajat.
Hodak mengakui, memang ada satu dua pemain yang penampilannya belum memuaskan. Evaluasi internal terus dilakukan, tapi langkah yang akan diambil nanti tidak akan masif. Intinya, hanya penyesuaian kecil.
“Saya merasa ada 1-2 pemain yang buat kami tidak senang dengan penampilannya,” ujarnya.
“Membuat kami akan melakukan perubahan, tapi tidak terlalu banyak.”
Bagi pelatih berusia 53 tahun itu, stabilitas adalah kunci. Dengan catatan sebagai tim nomor satu di putaran pertama, untuk apa mengobrak-abrik komposisi yang sudah jalan? Justru, menurut Hodak, tim-tim yang berada di papan bawah lah yang punya kebutuhan mendesak untuk berubah.
“Sebenarnya kami adalah tim nomor satu putaran pertama,” katanya lagi, menegaskan.
“Justru tim-tim yang di papan bawah yang mungkin akan melakukan banyak perubahan. Bagi kami, mungkin akan dilakukan penguatan.”
Keputusan ini jelas menunjukkan kepercayaan diri. Persib seolah berkata, mereka tak mau terjebak dalam hiruk-pikuk transfer yang instan. Yang diutamakan adalah kesinambungan dan chemistry tim yang sudah terbangun. Meski begitu, tekanan di putaran kedua pasti akan lebih berat. Rival-rival mereka sudah memperkuat diri, dan tantangan untuk mempertahankan konsistensi akan jadi ujian sesungguhnya bagi strategi “anti-ribut” ala Bojan Hodak ini.
Artikel Terkait
Rivalitas Segitiga Hakim Danish, Veda Ega, dan Uriarte Berkobar Lagi di Moto3 Jerez
Cedera Hamstring Ancam Partisipasi Lamine Yamal di Piala Dunia 2026
Malut United Hadang Persebaya dalam Duel Krusial Perebutan Papan Atas
Latihan Persiapan Tim Bulu Tangkis Indonesia di Denmark Resmi Ditutup