Di sisi lain, dari Washington, narasinya sama sekali berbeda. Presiden Donald Trump menyatakan AS telah mengambil alih pemerintahan Venezuela pasca-penangkapan Maduro. AS, katanya, akan menjalankan roda pemerintahan untuk sementara waktu.
Namun begitu, Trump memberi sedikit sinyal. Pemerintahan akan dikembalikan nanti, setelah ada transisi yang dia sebut "tepat dan bijaksana". Dia tak merinci lebih jauh seperti apa transisi itu. Yang jelas, langkah-langkah tekanan seperti embargo minyak terhadap Venezuela tetap diberlakukan.
Setibanya di AS, Maduro dan istrinya akan menghadapi serangkaian dakwaan berat. Tuduhannya berkisar pada kejahatan narkoba dan senjata. Itu klaim dari pihak Amerika.
Jadi, dua narasi yang bertolak belakang ini sedang beradu. Satu sisi menyatakan kedaulatan tetap utuh, sisi lain mengklaim kendali. Yang pasti, ketegangan ini belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Disarikan dari berbagai sumber berita.
Artikel Terkait
Macron Serukan Koalisi Kemerdekaan untuk Lawan Dominasi AS dan China
Iran Klaim Tembak Jatuh Dua Jet Tempur AS, Bantah Klaim Trump Soal Pertahanan Udara
Akademisi Soroti Troll Army sebagai Alat Baru Propaganda Politik di Era Digital
Trump Ancam Rebut Pulau Kharg, Ultimatum AS ke Iran Berakhir 6 April