Ancaman Operasi Militer AS ke Venezuela: Maduro Peringatkan Gaza Baru di Amerika Selatan

- Minggu, 16 November 2025 | 14:25 WIB
Ancaman Operasi Militer AS ke Venezuela: Maduro Peringatkan Gaza Baru di Amerika Selatan

Ketegangan AS-Venezuela Memanas: Ancaman Operasi Militer dan Respons Maduro

Presiden Venezuela Nicolas Maduro menyampaikan peringatan keras kepada masyarakat Amerika Serikat mengenai potensi konflik militer di wilayahnya. Dalam pidato terbarunya di Caracas, Maduro menyamakan ancaman intervensi AS dengan situasi kemanusiaan di Gaza.

Peringatan Madura tentang Potensi Krisis Kemanusiaan

Pemimpin Venezuela tersebut secara terbuka mempertanyakan apakah warga Amerika menginginkan terjadinya "Gaza baru di Amerika Selatan". Pernyataan ini disampaikan sebagai respons dari eskalasi ketegangan antara Washington dan Caracas yang semakin meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Madura menegaskan bahwa apa yang terjadi di Gaza merupakan bentuk genosida yang diakui oleh berbagai kalangan, termasuk generasi muda Amerika. Dia menambahkan bahwa serangan harian yang melanggar gencatan senjata terus berlanjut dengan korban dari kalangan perempuan dan anak-anak Palestina.

Kebijakan AS dan Persiapan Militer

Presiden Donald Trump mengonfirmasi bahwa pihaknya telah memutuskan tindakan potensial terhadap Venezuela, meskipun tidak merinci langkah-langkah spesifik yang akan diambil. Trump menekankan keberhasilan upaya AS dalam membendung aliran narkotika dari Amerika Selatan, meski mengakui masih adanya tantangan dari negara-negara tetangga seperti Meksiko dan Kolombia.

Dalam perkembangan terbaru, militer AS dilaporkan telah melancarkan serangan terhadap setidaknya 21 kapal yang diduga terlibat dalam penyelundupan narkoba, meski tanpa menyertakan bukti publik mengenai keterlibatan kapal-kapal tersebut.

Operasi Southern Spear

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengumumkan inisiasi misi baru yang dinamakan "Operasi Southern Spear". Tujuan operasi ini adalah memberantas apa yang disebut sebagai "teroris narkotika" dari belahan bumi Barat.

Laporan media mengindikasikan bahwa Trump telah diberikan berbagai pilihan operasi militer di Venezuela, termasuk kemungkinan serangan darat, dalam pertemuan dengan pejabat militer senior di Gedung Putih.

Respons dan Persiapan Venezuela

Menghadapi eskalasi ini, pemerintah Venezuela telah melakukan mobilisasi besar-besaran dengan mengerahkan sekitar 4,5 juta personel yang terdiri dari unit militer reguler dan milisi sipil. Maduro menyatakan kesiapan penuh untuk menangkis segala bentuk serangan dari luar.

Venezuela juga melaporkan telah menyebarkan secara intensif berbagai kemampuan pertahanan, termasuk sistem rudal, persenjataan, serta unit darat, udara, dan laut di seluruh wilayah negara.

Serangan AS terhadap kapal-kapal di perairan Karibia dan Pasifik telah memicu perdebatan internasional mengenai legalitas tindakan tersebut, terutama mengingat tidak adanya bukti yang dipublikasikan mengenai keterlibatan kapal-kapal target dalam penyelundupan narkoba.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar