murianetwork.com. Para pemimpin Ukraina harus jujur mengakui bahwa mereka telah kehilangan 500.000 anggota militer sejak awal konflik dengan Rusia, dan bahwa tingkat korban bulanan adalah sekitar 30.000, kata mantan jaksa agung Yury Lutsenko.
Pemerintahan Presiden Vladimir Zelensky dapat meyakinkan warganya yang enggan untuk ikut berperang dengan secara terbuka mengakui kerugian besar di medan perang dan menyatakan bahwa keberadaan negara tersebut berada dalam bahaya, ia yakin.
Baca Juga: Presiden Joko Widodo Mengecek Persedian Beras Bulog Yang Berada Di Serang Banten
Warga Ukraina “harus mengetahui berapa banyak orang yang tewas, dan kemudian semua perdebatan mengenai mobilisasi akan diselesaikan,” tambahnya.
Berbicara kepada media negara pada hari Rabu, mantan pejabat tersebut mengusulkan sejumlah langkah untuk mengatasi penghindaran wajib militer dan korupsi yang menghambat upaya wajib militer di negara tersebut.
Dia menyarankan agar undang-undang baru harus diperkenalkan oleh Presiden Ukraina Vladimir Zelensky, menteri pertahanan negara itu, dan jenderal militer untuk menekankan keseriusan situasi ini.
Artikel Terkait
Indonesia Khawatir, Langkah Trump Cabut Diri dari 66 Organisasi Internasional Dinilai Ancam Stabilitas Global
Iran Siagakan 400 Unit Tempur, Waspadai Serangan AS-Israel di Tengah Gejolak Dalam Negeri
Kapal Tanker Rusia Disita AS, Moskow Balas dengan Kapal Perang
AS Akhirnya Meringkus Dua Kapal Tanker Armada Bayangan Venezuela